By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Manjakan Pengunjung Kota Lama dengan Smart City
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Wisata

Manjakan Pengunjung Kota Lama dengan Smart City

Last updated: 31 Oktober 2019 16:53 16:53
Jatengdaily.com
Published: 31 Oktober 2019 16:52
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang, kini, terus melakukan pengembangan Smart City atau kota pintar untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan memecahkan persoalan perkotaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan konsep smart city untuk kawasan Kota Lama.

“Kawasan Kota Lama sangat ideal untuk diterapkan konsep smart city. Di antaranya teknologi smart city yang akan diterapkan di kawasan itu yakni, pemasangan CCTV yang menggunakan analitic sensor,” kata Bambang, kemarin

Dikatakan, bila ada tempat sampah meluber nanti ada alat yang berbunyi di common center. Kemudian petugas common center akan menghubungi DLH. Misalkan, ada pelanggaran parkir, ada notifikasi di common center, juga bisa mengingatkan melalui mikropon,” sebut Bambang.

Konsep smart city yang diterapkan di kawasan little netherland tidak hanya itu. Pembayaram parkir melalui uang elektronik (e-money), lampu penerangan jalan menggunakan smart lighting, pembayaran makanan melalui sistem aplikasi dan pemasangan alat di setiap restoran dan kafe untuk penghitungan pajak.

“Pengunjung makan di restoran kawasan Kota Lama, pajaknya bisa langsung masuk ke kasda. Itu semua sedang kami persiapkan dan koordinasikan dengan organisasi pemerintah daerah (OPD) dan sejumlah stakeholder. Mudah-mudahan nanti hasilnya sudah bisa dilihat 2020,” ucapnya.

Diskominfo sebagai pengolah data, sambungnya, telah mengolah data yang dikemas dalam satu aplikasi bernama Silaker (Sistem Aplikasi Kelurahan).

“Silaker ini menyediakan berbagai data yang dibutuhkan OPD. Nantinya, tidak ada OPD yang mengambil data dari kelurahan, melainkan dipermudah dengan Silaker,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini Dinkes cari data sendiri, Dinsos juga, beberapa OPD lain juga begitu. Kalau satu sumber bisa lebih praktis. Ini sedang proses, nanti bisa dilihat tahun depan. Ugl–st

You Might Also Like

Dukung Pilkada 2024, Saloka Theme Park Siapkan Potongan 50 Ribu Main Wahana Sepuasnya
Objek Wisata Guci di Kabupaten Tegal akan Dibuka Secara Terbatas Dua Pekan
Wajah Baru Metro Park View Hotel Semarang, Ciptakan Pengalaman Mengesankan bagi Pelanggan
Peringati Haul Habib Thoha, Hendi Komitmen Kembangkan Wisata Religi Kota Semarang
Saloka Beri Berbagai Kejutan di Hari Pemilu dan Kasih Sayang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?