By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Memasuki Musim Kemarau, 360 Desa di Jateng Alami Kekeringan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Memasuki Musim Kemarau, 360 Desa di Jateng Alami Kekeringan

Last updated: 15 Juni 2019 05:34 05:34
Jatengdaily.com
Published: 15 Juni 2019 05:34
Share
Sudaryanto. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sedikitnya 360 desa di wilayah Jawa Tengah terancam kekeringan pada awal memasuki musim kemarau. Prediksi daerah paling banyak berada di wilayah Kabupaten Purbalingga, yakni 75 desa.

“Total 360 desa yang akan mengalami kekeringan pada awal musim kemarau ini. Dari 360 desa itu ada 2.056.287 jiwa dan 545.851 KK (kepala keluarga) yang terdampak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto.

Dia menyebut selain Purbalingga, daerah yang mengalami bencana kekeringan berada di wilayah Cilacap, Banyumas, Jepara, Pemalang, dan Temanggung.

“Cilacap urutan kedua sebagai kabupaten yang memiliki jumlah desa terbanyak alami bencana kekeringan, yakni 18 desa, disusul Banyumas dengan 17 desa, Jepara 16 desa, serta Pemalang dan Temanggung dengan 15 desa,” jelasnya.

Dari data BPBD Jateng ada beberapa kabupaten kota yang tidak terdampak kekeringan diantarannya Pekalongan, Tegal, Salatiga, dan Magelang. Namun, untuk mengantisipasi bencana kekeringan, pihaknya tengah berupaya menyiapkan truk tangki air untuk memasok air bersih ke daerah.

“Setiap kabupaten/kota sudah punya empat mobil tangki air. Begitu ada daerah yang mengalami kekeringan, truk tangki itu secepatnya akan memberi pasokan air bersih,” ungkapnya.

Kasi Data dan Informasi, Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko mengaku masuknya musim kemarau itu ditandai dengan tidak adanya hujan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bahkan, ada beberapa daerah di Jateng yang sudah masuk kategori ekstrem atau dua bulan lebih tanpa diguyur hujan selama 60 hari.

“Rata-rata daerah yang tidak diguyur hujan kebanyakan di daerah Wonogiri. Untuk Jateng bagian Utara masih relatif sedang 11-20 hari,” tutup Iis Harmoko. adri-she

You Might Also Like

Aksi Demo 375 Truk Tolak ODOL di Semarang Tanpa Ricuh, Sopir Kritik Kebijakan Pemerintah
DPD Gerakan Pemuda Marhaenis Jateng Deklrasi Dukungan untuk Kemenangan Andika-Hendi
Capai Skor TKDN 98%, SG Komitmen Dukung Kemajuan Industri dan Produk dalam Negeri
Tanah Longsor di Nganjuk, 20 Warga Hilang
Firman Bintang: Pembukaan Gedung Bioskop Lebih Bijak Ditunda Dulu
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?