By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mendagri Ancam Tak Beri Izin Ormas Anti-Pancasila
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mendagri Ancam Tak Beri Izin Ormas Anti-Pancasila

Last updated: 13 Oktober 2019 23:01 23:01
Jatengdaily.com
Published: 13 Oktober 2019 22:12
Share
FOTO BERSAMA : Mendagri Tjahjo Kumolo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan para mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, berfoto bersama usai Temu Kangen Akbar di rumah dinas Wali Kota, Manyaran Semarang, kemarin. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan setelah 74 tahun Indonesia Merdeka, rasa kesatuan dan persatuan bangsa sangat mengkhawatirkan. Salah satunya, bila bertemu orang lain tidak ditanyakan lagi apa prestasinya, posisi dan kedudukannya sebagai apa, tetapi pasti ditanya asli dari mana, suku apa dan agamanya apa.

‘’Terus terang saya ngalami zaman Pak Harto sampai Pak Jokowi, rasa persatuan dan kesatuan bangsa sangat mengkhawatirkan, terutama pasca Pilkada DKI Jakarta hingga sekarang,’’ katanya dalam Temu Kangen Akbar pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah di rumah dinas Wali Kota, Manyaran, Semarang, kemarin.

Tjahjo yang mantan Ketua DPD I KNPI Jateng periode 1985-1988 itu juga mengingatkan adanya sejumlah kelompok yang terus menerus, masif dan terencana merongrong kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah. ‘’Ormas-ormas yang antiPancasila tak akan dikeluarkan izinnya karena sangat membahayakan masa depan bangsa,’’ tegasnya. Dia mengatakan saat ini jumlah Ormas yang terdaftar di Kemenkumham mencapai 427.808. ‘’Sebagian besar adalah ormas keagamaan. Kami juga heran jelas-jelas ada ormas antiPancasila tetapi bisa lolos,’’ tegasnya. Tjahjo menyebut salah satu ormas yang sudah dibubarkan pemerintah yaitu Gafatar. Ormas itu sudah menyiapkan mendirikan negara dengan mempersiapkan senjata, mengganti ideologi negara, menyiapkan pemerintahan dan lain-lain.

Empat Tantangan

Tjahjo yang juga menjadi Ketua Badan Pengelola Perbatasan, Wakil Ketua Kompolnas, dan Plt Menteri Hukum dan HAM mengatakan, ada empat tantangan besar bangsa Indonesia saat ini. Pertama, radikalisme, kedua terorisme, ketiga narkoba dan keempat kesenjangan sosial yang masih ditemui di Indonesia. Adapun terorisme dan radikalisme merupakan ancaman paling berat. 

Lebih lanjut Tjahjo menuturkan agenda strategis nasional untuk beberapa waktu ke depan harus kembali memperkuat rasa cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta negara. Cinta kepada bangsa ini harus dibangun. Bahwa Indonesia ini terdiri atas beragam suku, budaya bahasa agama dipersatukan oleh Pancasila.

Dalam kesempatan itu, Tjahyo berbicara panjang lebar tentang persoalan kebangsaan. Terkhusus tentang keprihatinannya terhadap masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dari kacamatanya sebagai Menteri Dalam Negeri.

Sebagai alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng, dia pun berpesan, agar KNPI agar dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Saling menghargai memberi kesempatan untuk saling berserikat. Menghargai orang lain untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan.

”Harus tegas, pada perorangan, kelompok atau golongan yang berniat untuk memecah belah NKRI. Itu bukan cuma lawannya TNI, tapi juga musuhnya alumni KNPI,”  kata Tjahjo disambut gemuruh tepuk tangan.

Tjahjo Kumolo merupakan pengurus KNPI Jateng periode 1985 – 1996. Kemudian menjadi Sekretaris Jenderal KNPI pusat pada 1988 – 1991, dan akhirnya menjadi Ketua Umum DPP KNPI  sejak 1990 hingga 1993.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didapuk menjadi tuan rumah. Dia pernah menjadi Ketua KNPI Jateng dua periode, yakni pada 2004-2007 dan 2007-2011. Dia berharap, melalui temu alumni ini semakin mempererat tali silaturahmi para alumni KNPI.

“Beberapa tahun lalu kita juga  pernah mengadakan temu alumni. Tetapi tahun ini yang hadir saya rasa jauh lebih lengkap,”  kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Ketua Panitia Dr H Budiyanto mengatakan, kehadiran KNPI untuk wadah berhimpun ormas kepemudaan dalam rangka merawat keberagaman. ‘’Para pengurus KNPI sampai kapan pun akan menjalankan fungsi silaturahmi dan pemersatu bangsa,’’ kata Budiyanto.

Temu Kangen berlangsung meriah dengan hadirnya para pengurus semua angkatan yang kini menempati berbagai posisi penting di masyarakat. st

You Might Also Like

Apakah COVID-19 Benar-benar Ada?
Unissula Jalin Kerjasama dengan Smartfren
Demak Matangkan Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan lewat Musrenbang RPJMD 2025–2029
Pembangunan Rel Layang Kereta Api Simpang Joglo-Surakarta Masuki Tahap Uji Beban
Idul Adha dan Libur Panjang, Pertamina Tambah 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Jateng dan DIY
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?