in

Pedagang Barang Antik Optimistis Dipindah di PPI

Kota Lama masih dalam tahap revitalisasi. Foto:ugl



SEMARANG (Jatengdaily.com) – Para pedagang barang antik yang menempati gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di kawasan Kota Lama, mengaku, optimistis bakal ramai untuk jujugan pengunjung, sebab objek wisata peninggalan bersejarah Kota Lama memiliki daya tarik yang luar biasa.

“Kami optimis, para pedagang barang antik di gedung PPI di kawasan Kota Lama memiliki prospek yang baik karena kawasan Kota Lama tak pernah sepi pengunjung,” kata Perintis Barang Antik di Kawasan Kota Lama Linggo Sapto.

Ia mengatakan itu usai rapat dengan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto yang berlangsung di lantai 3 kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang Jalan Dr Cipto, Jumat (26/4).

Rapat Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan para pedagang barang antik Padangrani di dekat Taman Srigunting Kota Lama itu dalam rangka untuk pengundian penempatan pedagang di dalam gedung PPI. Gefung PPI paling lambat tanggal 5 Mei mendatang harus ditempati.

Menurut Linggo, saat ini kawasan Kota Lama masih dalam kondisi revitalisasi. Pada saat revitalisasi saja, hampir setiap hari selalu ramai pengunjung. Apalagi kalau revitalisasi secara keseluruan sudah rampung maka Kota Lama kian memiliki daya tarik pengunjung yang luar biasa.

“Kami akan memasang poster – poster atau papan nama untuk pedagang barang  antik. Poster-postet ditempel  di tempat-tempat strategis untuk menggiring pengunjung Kota Lama masuk ke gedung barang- barang antik di PPI,” kata Linggo Sapto.

Promosi pedagang barang antik di dalam gedung PPI yang berjumlah sekitar 40 pedagang barang antik, kata Linggo Sapto, juga melalui media sosial dan membangun jaringan dengan pedagang antik di luar kota.

Dikatakan Linggo Sapto, animo pehobi atau kolektor atau pembeli barang antik di kawasan Kota Lama rata-rata mereka adalah masyarakat  menengah atas.
Para pesepeda onthel yang rata-rata udia lansia menyalurkan hobinya naik sepeda kuno mereka adalah warga Semarang yang ekonominya menengah ke atas.

Kelihatannya, sepeda onthel yang mereka naikki adalah sepeda tua, tetapi tidak sedikit yang harganya mahal di atas Rp 10 juta dan ada yang harganya mencapai Rp 20 juta.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, Pemerintah Kota Semarang melakukan pemindahan pedagang kaki lima tidak  akan mencelakakan pedagang.

Sebab, Pemerintah Kota Semarang sebelum melakukan pemindahan terlebih dahulu sudah mempersiapkan lahan pengganti. 

Dikatakan Fajar,  walikota dan wakil walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan penataan kawadan Kota Lama dan revitalisasi hasil pembangunan kawasan Kota Lama begitu hebat. Ugl–st

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Dugderan, Tradisi dan Hiburan bagi Warga Semarang

507 Perempuan Mengukir Bareng, Pecahkan Rekor Muri