By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pemkot Galakkan Program Urban Farming
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkot Galakkan Program Urban Farming

Last updated: 16 Oktober 2019 09:12 09:12
Jatengdaily.com
Published: 16 Oktober 2019 09:12
Share
Walikota Semarang galakkan program urban farming. Foto: Humas Pemkot Semarang
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Program urban farming atau pertanian perkotaan, mulai mampu menggerakkan warga Kota Semarang untuk membuat lingkungannya lebih ijo royo-royo dan bernilai ekonomi.

Program ini diinisasi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahan menjadi lebih produktif.

“Di kota metropolitan yang memiliki keterbatasan lahan, bukan berarti kita tidak bisa menanam. Kegiatan menanam buah dan sayur tetap bisa dilakukan dengan tanaman buah dalam pot, polybag ataupun dengan hidroponik,” kata Wali Kota Hendi, sapaannya, saat kegiatan Farm Field Optimalisasi Pekarangan Kelompok Tani Dahlia Kelurahan Pedalangan Kec. Banyumanik Kota Semarang, Selasa (15/10/2019).

Walikota Semarang menyampaikan bahwa Kota Semarang sebagai salah satu kota metropolitan memiliki lahan pertanian yang terbatas jika dibanding kabupaten/kota lain khususnya di Jawa Tengah. Tercatat luas lahan sawah yang ada di Kota Semarang 2.732Ha.

Bukan hanya lahan sawahnya saja yang terbatas, lahan pekarangan yang ada sekarang pun makin hari makin sedikit. Maka, urban farming atau pertanian perkotaan menjadi solusi alternatif yang terbaik. Melalui urban farming, lahan seluas apapun dengan kondisi apapun dapat diolah menjadi lahan yang produktif. She

You Might Also Like

Terancam Resesi, Perempuan Mandiri Wajib Hukumnya
Hadapi Gelombang PHK, Denty: Tantangan Bidang Ekonomi Pasca Pandemi Corona Butuh Perhatian Khusus
Amankan Pemilu 2024, Polri Siagakan 195.819 Personel
Tidak Ada Lagi Pembayaran Dengan Uang Tunai Dalam Pembuatan SIM
Bandara Trunojoyo Diresmikan, Diharapkan Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?