By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pertemuan Jokowi-Prabowo, Kubu-kubuan Sudah Tak Relevan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pertemuan Jokowi-Prabowo, Kubu-kubuan Sudah Tak Relevan

Last updated: 13 Juli 2019 17:27 17:27
Jatengdaily.com
Published: 13 Juli 2019 17:27
Share
Jokowi dan Prabowo Subianto berbincang saat bertemu dan naik MRT (Moda Raya Terpadu) dari Stasiun Lebak Bulus ke Senayan. Foto: dok. Setkab
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden Prabowo Subianto merupakan pertemuan yang bukan kebetulan. Pertemuan ini dinilai sebagai pendahuluan dalam rangka rekonsiliasi.

Demikian diungkapkan pengamat politik Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko Prihatmoko menanggapi pertemuan Jokowi-Prabowo di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Menurut Joko Prihatmoko, dalam jangka pendek, pertemuan itu berfungsi meredakan ketegangan antara kubu 01 dan 02 pasca-Pilpres. “Dalam jangka panjang, pertemuan itu membangun budaya politik, pertemuan itu melahirkan budaya suami istri dan saling menghormati,” ungkap Joko PH.

Joko berpendapat, dengan pertemuan ini akan mempunyai arti penting bagi arus bawah. Kader dan pendukung kedua tokoh di bawah atau daerah pun harus segera bisa mengikuti jejak atas pertemuan tersebut.

“Tak perlu menunggu lebih jauh. Kader-kader di daerah harus bisa mencairkan hubungan dan komunikasi yang sempat menegang. Kedua kubu dalam Pilpres harus mencairkan situasi dan mencari titik temu untuk membangun visi bersama,” tegas Joko Prihatmoko.

Di sisi lain, tambah Joko, faksionalisme (kubu-kubuan) di masing-masing parpol pendukung sudah tidak relevan. Kelompok penentang rekonsiliasi di kubu 01 dan 02 harus menerima bahwa tokoh junjungan (panutan) sudah membangun komunikasi dan silaturahmi. “Tidak perlu mengobarkan pertentangan lebih jauh,” tandasnya.

Diakuinya, pertemuan dalam rangka rekonsiliasi lazimnya diikuti langkah-langkah lain, yang lebih teknis. “Apapun cakupan dalam rekonsiliasi, pasti pertemuan akan berlanjut dan diikuti kesepakatan,” tambahnya.

Rakyat berharap semoga cakupan kesepakatan positif dan baik untuk rakyat, bangsa dan negara. “Tidak sekadar bagi-bagi kekuasaan (power sharing),” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Sabtu (13/7/2019) Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta. Keduanya lalu naik kereta MRT hingga Stasiun Senayan berlanjut santap siang bersama di salah satu restoran di daerah Senayan. yds

You Might Also Like

Pengamanan Piala Presiden 2024 Standar FIFA
Dorong Kesejahteraan Mustahik, Gubernur Luncurkan 1.000 Gerobak Ayam ZChicken
Gubernur Jateng Keluarkan Tiga Program Keberpihakan untuk Buruh
Dragan Djukanovic Minta Pemain PSIS Enjoy di Piala Menpora
SKK Migas Dorong KKKS Manfaatkan Teknologi dan Berinovasi untuk Naikkan Produksi Migas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?