By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Prof Dr Syamsul Ma’arif Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Walisongo
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Prof Dr Syamsul Ma’arif Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Walisongo

Last updated: 5 Juli 2019 14:24 14:24
Jatengdaily.com
Published: 5 Juli 2019 14:24
Share
Pengukuhan Prof Dr Syamsul Ma'arif Sebagai Guru Besar UIN Walisongo Semarang. Foto: Ody
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Neoliberalisme sebagai anak kandung dari globalisasi tak perlu ditakuti. Dengan paradigma inklusif sebagaimana diajarkan pesantren-pesantren tradisional dalam menatap modernitas tanpa harus kehilangan jati diri.

Hal itu ditegaskan oleh Prof Dr Syamsul Ma’arif MAg dalam penutupan pembacaan pidato pengukuhan sebagai guru besar ilmu pendidikan Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Aula 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kamis (4/7).

Mengambil judul “Pendidikan Dalam Pusaran Neo-Liberalisme dan Gerakan Ultra-Right: Restorasi Local Genius Pesantren”, dosen yang juga pengasuh Pesantren Riset Al-Khawarizmi Wonolopo Mijen Semarang ini menyampaikan bahwa, paradigma pesantren al-muhafadzatu ala qadim al-shahih wa al-akhdu bi al-jadidi al-ashlah.

“Maksudnya adalah, memegang tradisi lama orang-orang sholih dan mengikuti hal-hal baru yang baik, masih relefan diimplementasikan,” jelasnya.

Sehingga perkembangan zaman adalah sebuah keniscayaan yang harus dibaca secara kritis dan mencoba mendialogkan dengan kepentingan agama. Maka dimungkinkan mencari jalan tengah antara tradisionalis dan modernis, antara konservatif dan progresif dan antara tekstualis dan kontekstualis.

“Tulisan ini berangkat dari kegelisahan mendalam melihat kenyataan belum beranjaknya pendidikan Indonesia, termasuk di dalamnya pendidikan agama Islam ke luar berbagai problematika. Melalui penulis, pendidikan belum mampu merekayasa perubahan masyarakat yang terbuka dan demokratis,” ujarnya

Maka, laki-laki kelahiran Grobogan, 30 Oktober 1974 ini menegaskan, hidup dalam pusaran neoloberalisme sistem pendidikan Islam harus melakukan transformasi kebudyaan menuju pendidikan yang demokratis dan akomodatif.

“Pendidikan yang cenderung kebarat-baratan dan menimbulkan sejumlah masalah, perlu diintegrasikan dengan modal menghadapi gempuran globalisasi tetap menjaga kontinuitas, survivalitas, dan tetap berpegang pada local genius,” jelasnya

Tak kalah pentingnya, sistem pendidikan harus mempresentasikan sistem kepemimpinan yang menggerakkan kesadaran komponen pendidikan dengan cara menginternalisasi nilai-nilai kultur yang disepakati bersama, membangun dialog dan harmoni dan menggerakkan perubahan demi masa depan pendidikan yang lebih baik, bermutu dan berkualitas.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin Noor berharap, apa yang telah dicapai oleh guru besar itu bisa memberi warna baru dalam dunia pendidikan Islam. “Semoga ini menjadi pijakan awal untuk kebesaran UIN Walisongo Semarang,” harapnya.

Acara pengukuhan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari anggota senat dan diteruskan tamu undangan serta dilanjutkan dengan foto bersama. Ody-she

You Might Also Like

Pamit Sholawatan, AS Yang Berusia 16 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Terakreditasi Unggul Lulusan Unissula Mudah Diterima di Dunia Kerja
Rayakan Milad ke-12, RSIGM Sultan Agung Launching Layanan Terbaru Poli Gigi Klinik 24 Jam dan Poli Gizi Klinik
Kemenkes Luncurkan Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di 14 Lokasi, Salah Satunya di Semarang
Kemendagri Siapkan Sanksi untuk ASN yang Terlibat Judol
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?