PAMEKASAN (Jatengdaily.com) – PSIS Semarang gagal meneruskan tren positif usai dibantai tuan rumah Madura United 0-3 pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Pamelingan Pamekasan Sabtu (24/8/2019).
Meski tanpa didampingi pelatihnya Dejan Antonic yang mundur, namun tuan rumah tetap perkasa dan mendominasi laga.
Tiga gol Laskar Sapeh Kerrab dilesakkan oleh Alfat Fathier (59′), David Laly (71′), dan gol bunuh diri Patrick Mota pada menit ke-76.
Hasil ini membuat Madura United di posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 2019 dengan raihan 26 poin dari 15 laga.
Sementara itu, kekalahan telak ini membuat PSIS terbenam di posisi ke-12. Tim Mahesa Jenar mengoleksi 15 poin dari 15 laga.
Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah mengatakan tidak bisa berkomentar panjang dengan hasil buruk ini. Menurutnya PSIS butuh evaluasi cukup besar. Banyak PR yang harus dicarikan agar skuat Mahesa Jenar tidak semakin terpuruk.
“Saya akui banyak hal yang perlu dibenahi di tim ini. Madura United lebih bagus, sementara kami harus ada perubahan untuk persiapan pada putaran kedua nanti,” katanya.
Coach yang akrab dipanggil Banur ini mengakui pada laga lawan Madura United terpaksa memasang pemain yang bukan posisi sebenarnya. Misalnya kapten tim Harinur Yulianto yang sebenarnya berposisi penyerang sayap, namun agak bermain lebih ke dalam.
“Banyak PR, butuh pemain baru karena sudah kehabisan bek tengah dan striker. Mendatangkan pemain juga tidak mudah untuk saat ini, karena harus lebih dari yang ada sekarang,” pungkas Banur.zia-yds


