By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Revolusi Industri 4,0 Butuh Pendekatan Agama
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Revolusi Industri 4,0 Butuh Pendekatan Agama

Last updated: 25 April 2019 17:33 17:33
Jatengdaily.com
Published: 25 April 2019 17:33
Share
Dr Mif Rohim MA, dalam pembekalan wisuda ke 77 bagi program Pascasarjana Unissula Semarang. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Di dalam Alquran disebutkan, teknologi didasarkan pada Tuhan dan kemanusiaan. Namun revolusi industri 4,0 hanya mendasarkan pada teknologi maka banyak manusia yang menganggur, karena fungsi manusia banyak digantikan robot. Bahkan istri pun bisa diambil dari robot.

Menyikapi revolusi industri 4,0 perlu pendekatan konsep teologis, yakni belajar yang punya nilai atas kepercayaan yang menciptakan alam semesta adalah Allah. Maka kita harus memanajenen alam semesta, dengan keseimbangan.

Demikian dikatakan oleh Wakil Rektor 3 Universitas Hasyim Asyari (Unhasyi), Jombang, Dr Mif Rohim MA, dalam pembekalan wisuda ke 77 bagi program Pascasarjana Unissula Semarang, Kamis (25/4/2019).

Dikatakan, pertarungan peradaban di era revolusi industri memang makin tajam. ”Oleh karenanya, kita harus kreatif, karena berada pada zona tak nyaman. Lihat saja nergaa China, karena berada pada zona tak nayaman, maka mereka kreatif. Sudah seharusnya Indonesia bisa meeksplorasi sumber daya alam yang ada, misalnya lautan.

Oleh karenanya, menurutnya, menyikapi revolusi industri 4,0 perlu pendekatan agama. Yakni melalui belajar dengan punya nilai atas kepercayaan yang menciptakan alam semesta adalah Allah. Maka kita harus memanajenen alam semesta, dengan keseimbangan.

”Konsep berpikir 4,0 diterapkan dalam semua aspek. Kita harus akomodatif antara yang positif dan negatifnya. Gerakan revolusi industri 4,0 ini kita ambil, namun harus dibuang sisi negatifnya,” jelasnya.

Acara sendiri dipandu langsung oleh Wakil Rektor III, M Qomaruddin ST MSc PhD. Menurutnya, untuk membangun karakter Islami, maka wisudawan diberi pembekalan. Sehingga saat kembali ke masyarakat bisa mencerminkan nilai-nilai Islami, untuk membangun negeri bersama. she

You Might Also Like

Plang dan Spanduk Khilafatul Muslimin di Sukoharjo Telah Diturunkan Polisi
Mahasiswa BK Unnes Gelar Bimbingan Karier di SMA Al-Mas’udiyyah
Kemenhub Pastikan 420 Pesawat Disiapkan untuk Layani Mudik
Mahasiswa Magister Kenotariatan Unissula KKL di Singapura dan Malaysia
Jumlah Penumpang Angkutan Umum Melonjak sejak H-9
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?