Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan, Kemenristekdikti Dr Agus Indarjo, saat memercikkan tirta perwitasari, tradisi bagi lulusan Stimart AMNI. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi) mendorong pendidikan tinggi di bidang maritim, untuk membuka program studi, tidak hanya satu dan dua program studi saja.

”Namun harus terus bertambah, mengikuti perkembangan ilmu kemaritiman itu sendiri. Pasalnya, permintaan sumber daya manusia di bidang kemaritiman sangat dibutuhkan. Hal ini disebabkan, salah satunya adalah peredaran barang dan jasa antar pulau dan antar negara makin meningkat. Di satu sisi, industri pelayaran berkembang makin pesat,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan, Kemenristekdikti Dr Agus Indarjo, Sabtu (4/5/2016), saat menjadi irup dalam penglepasan wisudawan Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor (Stimart) AMNI Semarang.

Dalam Wisuda ke 59 ini, dilepas sebanyak 381 orang. Dengan rincian, 27 lulusan Program Sarjana untuk Program Studi (prodi) Transportasi, 185 lulusan D3 Prodi KPN (Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuha, 75 lulusan Prodi Nautika, dan 94 lulusan Prodi Teknika.

Sementara Ketua Stimart AMNI Ir Siswadi MT mengatakan, sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi dan akademik di bidang kemaritiman dan transportasi, untuk mencetak lulusan agar siap bersaing memasuki pangsa kerja di dalam dan luar negeri (global), maka diterapkan pendidikan yang berdasar dua hal, yakni penguasaan karakter dan kompetensi – sebagai wujud kualitas lulusan.

”Dua hal inilah yang menjadi dasar target, bagi anak didik kami untuk bisa bersaing dengan dalam dan luar negeri. Maka, dua-duanya kami siapkan di sini. Karena berilmu saja tidak berkarakter kurang bagus atau sebaliknya. Maka dua-duanya kami siapkan di sini, secara kompetensi mumpuni, begitu juga mereka punya karakter yang bagus,” jelasnya.

Indikator kualitas PT dapat dilihat dari penilaian dan penjaminan mutu eksternal. Dimana kami telah memperoleh approval dan Kementerian Perhubungan Laut dan masuk dalam daftar International Maritime Organisation (IMO) yang diakui internasional, akreditasi institusi B, serta penjaminan Mutu ISO 9001-2015 dari Det Norske Veritas Germanisher Lioyd (DNV-GL). she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here