Solo Kembali Sandang Kota Layak Anak Utama

SOLO (Jatengdaily.com)  – Predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) Utama kembali diraih Kota Surakarta pada tahun 2019. Prestasi ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun karena di tahun 2017 dan 2018, Surakarta juga telah menyandang KLA Utama, sebuah predikat grade tertinggi kedua.

Penghargaan sebagai KLA Utama tersebut diterima Wakil Wali Kota Achmad Purnomo dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada Malam Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7) lalu.

”Sampai tahun ini belum ada yang ditetapkan sebagai Kota Layak Anak. Predikat yang tertinggi baru KLA Utama, itu pun baru tiga kota, yakni Surakarta, Surabaya dan Denpasar. KLA Utama tahun ini bertambah satu yakni Kota Denpasar.

Sedangkan kota atau kabupaten yang mendapatkan penghargaan KLA dengan berbagai predikat mencapai 247 daerah atau naik 40 persen karena tahun lalu hanya 177 kota atau kabupaten,” kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin dalam acara tersebut.

Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak terdiri atas lima predikat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kabupaten/Kota Layak Anak. Penilaian daerah untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak dilakukan dalam empat tahap. Pertama adalah penilaian mandiri terhadap 24 indikator oleh tiap kabupaten/kota secara daring. Selanjutnya, tim yang terdiri atas tim independen dan tim dari kementerian/lembaga terkait melakukan verifikasi administratif, verifikasi lapangan, hingga verifikasi final.

Menurut Lenny, selain tiga daerah yang meraih predikat utama, pada tahun ini terdapat 135 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih predikat Pratama. Sedangkan untuk predikat madya terdapat 86 kabupaten/kota serta 23 kabupaten/kota meraih predikat Nindya.

“Pada tahun ini ada penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak yang diraih Provinsi Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten dan Kepulauan Riau kemudian Provinsi Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak yang yakni Jawa Tengah, Jawa Timur , Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Lampung, dan Jambi,” ujarnya.

“Predikat utama yang kita raih tiga tahun berturut-turut ini merupakan capaian maksimal. Tidak mudah untuk mendapatkan predikat KLA dan memang belum ada daerah di Indonesia yang bisa memenuhi standar sebagai Kota Layak Anak. Dengan dukungan semua pihak mudah-mudahan tahun depan cita-cita untuk menjadi Surakarta sebagai Kota Layak Anak bisa terwujud,” kata Widdi Srihanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surakarta.

Wakil Wali Kota Achmad Purnomo mengatakan Pemerintah Surakarta sangat serius menciptakan kotanya sebagai kota layak anak. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penyediaan fasilitas bermain dan belajar bagi anak seperti pembangunan taman cerdas hingga pembuatan regulasi yang mendukung tumbuh kembangnya anak sesuai dengan hak anak.

Menurutnya, jika sampai saat ini predikat KLA belum juga diraih hal itu karena indikator untuk menjadi KLA memang tidak gampang. “Kita sangat serius untuk mewujudkan Surakarta sebagai Kota Layak Anak,” ujarnya.

Bukti keseriusan Pemerintah Kota Surakarta tersebut sebanding dengan penghargaan yang diperoleh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Selain menobatkan Surakarta kembali menjadi KLA Predikat Utama, berbagai penghargaan diberikan untuk Wali Kota Surakarta seperti Penghargaan sebagai Pembina Forum Anak Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota, Penghargaan sebagai Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dan Kelembagaan UPTD PPA Terbaik.

“Itu penghargaan yang diberikan kepada wali kota sebagai kepala daerah. Untuk RBRA yang terpilih adalah Taman Monumen 45 Banjarsari. Kementerian juga memberikan penghargaan untuk TK Negeri Pembina Jebres sebagai sekolah ramah anak pra-sekolah terbaik. Forum Anak Surakarta juga mendapatkan penghargaan DIFA Award sebagai forum anak terbaik bidang kesehatan,” jelas Widdi.

Khusus untuk DIFA Award, penghargaan diserahkan sehari sebelumnya. Penghargaan Forum Anak Terbaik di Bidang Kesehatan yang diraih Forum Anak Surakarta tersebut diperoleh setelah vidio mengenai kegiatan monitoring iklan promosi sponsor rokok di Surakarta yang menjadi portofilo mereka. “Penilaian DIFA Award dilakukan berdasarkan video aktivitas yang dilakukan forum anak. Dari tiga bidang, FAS menjadi terbaik pada bidang kesehatan,” tambah Widdi.st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here