By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tentukan Akurasi Adzan & Berbuka Puasa Jam di Masjid dan Mushala Dikalibrasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tentukan Akurasi Adzan & Berbuka Puasa Jam di Masjid dan Mushala Dikalibrasi

Last updated: 2 Mei 2019 13:48 13:48
Jatengdaily.com
Published: 2 Mei 2019 13:20
Share
Tim Hisab Rukiyat UIN Walisongo Semarang cek ulang akurasi jam yang terpasang dalam setiap masjid sampai awal Ramadan. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Tim Hisab Rukiyat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menargetkan proses kalibrasi waktu atau cek ulang akurasi jam yang terpasang dalam setiap masjid sampai awal Ramadan.

Hal ini dilakukan untuk menentukan patokan waktu adzan dan berbuka puasa menyambut Ramadan 1440 Hijriyah, sebab banyak temuan jam dinding yang terpasang di Masjid tidak akurat.

“Permintaan kalibrasi tahun ini banyak. Sebab ada laporan kalau waktu adzan ada yang terlalu cepat dan telat. Kita masih menunggu konfirmasi pengurus masjid lainnya untuk dilakukan cek ulang,” kata Ketua Tim Hisab Rukiyat UIN Walisongo, Ehsan Hidayat saat di Masjid Agung Kauman, Semarang.

Dia menyebut telah menyebar sembilan tim ke sejumlah masjid dan muhsala yang ada di Semarang untuk melakukan cek ulang waktu. Dari informasi bahwa sudah 60 masjid dan muhsala menemukan banyak jam dinding yang keakuratannya meleset jauh. Salah satunya, ada sebuah masjid tepergok memasang empat jam dinding dengan ketepatan waktu yang berbeda-beda.

“Setiap kami cek ulang, selisih waktu antara satu jam dengan jam lainnya itu kisarannya lima menit. Nah ini kan harus dicermati.

Ternyata banyak warga yang sangat jarang mengurus jam pada masjid atau musalanya. Kasihan nanti warga yang sudah jalankan puasa ternyata ibadahnya sia-sia karena waktu azannya tidak akurat,” ungkapnya.

Kaprodi Magister Ilmu Hisab dan Falak UIN Walisongo, Ahmad Izudin mendapati ada dua jam yang tidak akurat. Satunya jam dinding yang terpasang di dalam ruangan muazin terdapat selisih pada detiknya. Dan sebuah jam tua juga terdapat selisih tiga menit.

“Oleh karenanya, kita cek tingkatkan keakuratannya memakai aplikasi dari BMKG. Ini jadi upaya supaya ibadah kita menjadi lancar dan tepat waktu,” kata Ahmad Izudin.

Takmir Masjid Agung Semarang, Muhaimin, mengatakan kegiatan pengecekan ulang sangat penting dilakukan karena masjid menjadi tolak ukur bagi masyarakat dalam menentukan salat lima waktu menjelang ramadan. Sehingga ibadah berbuka puasa dan sahur yang dijalankan umat muslim dapat terjaga dengan baik.

“Masjid kauman jadi standar waktu adzan untuk semua masjid-masjid dan musala sekitar. Maka dari itu, jika keakuratan waktu tidak benar akan timbul masalah, jadi kalibrasi waktu ini untuk meningkatkan ketepatan waktu bagi umat muslim,” tutupnya. adri-she

You Might Also Like

Bharada Richard Eliezer Sudah Keluar dari Penjara
10 Ribu Kasus Positif COVID-19/Hari, Daerah Diminta Terus Waspada
Gali Potensi Bisnis Data Center untuk Transformasi Digital, Telkom Data Ekosistem Gelar NeutraDC Summit 2023
Toleransi, Kunci Hidup Rukun di Antara Perbedaan
Seni dan Budaya Diharapkan Mampu Mempersatukan Segala Perbedaan di Masyarakat  
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?