Waduk Cengklik Surut, Tangkapan Ikan Nelayan Tak Susut

Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali volume airnya semakin surut, namun masih banyak aktivitas warga yang memancing maupun menangkap ikan. Foto: yds

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Volume air Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak Boyolali, surut dalam sebulan terakhir ini akibat musim kemarau. Dasar waduk pun bermunculan akibat sedikitnya debit air.

Namun waduk yang dibangun di zaman Belanda ini masih menyisakan air di sekitar pintu air dan bagian tengah waduk. Perairan yang tinggal sedikit tak menyurutkan para nelayan maupun pemancing memanfaatkannya untuk mencari ikan.

Salah seorang nelayan Waduk Cengklik, Sukir (60) mengatakan dirinya tetap mencari ikan dengan menjala meskipun volume air semakin surut. Dan hasilnya pun tak susut dibandingkan pada musim penghujan.

“Rata-rata tiap kali menjala selama sekitar dua jam bisa mendapat 5-7 kilogram ikan nila. Meskipun ukurannya kecil seukuruan empat jari namun lumayan bisa dijual Rp 15 ribu per kilogramnya,” ungkap Sukir yang juga warga asli sekitar Waduk Cengklik tersebut.

Menurutnya, memang kalau musim penghujan terkadang ikan yang diperolehnya lebih agak besar-besar. Namun di musim kemarau seperti sekarang terbukti juga masih bisa memperoleh ikan meskipun ukurannya lebih kecil.

Dikatakan, waduk semakin surut airnya sejak sebulan terakhir. Sehingga pulau-pulau waduk juga sudah terlihat. Begitupula dengan lumpur waduk di dasarnya semakin kelihatan. “Waduk ini memang semakin dangkal, mungkin karena umurnya,” kata dia.

Dia berharap agar ke depannya Waduk Cengklik bisa dikelola lebih baik. Sehingga potensi yang ada di waduk seperti objek wisata, perikanan maupun fungsi lainnya juga semakin bisa dirasakan masyarakat setempat. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here