By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 110 Mustahik Binaan Baznas Dilatih Budidaya Lele Bioflok
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

110 Mustahik Binaan Baznas Dilatih Budidaya Lele Bioflok

Last updated: 6 Oktober 2020 19:04 19:04
Jatengdaily.com
Published: 6 Oktober 2020 19:04
Share
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, didampingi Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko, dan Ketua Baznas Kabupaten Klaten Wibowo Muktiharjo meninjau hasil karya pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mustahik produktif di Gedung Serbaguna, Banyu Panguripan, Ponggok, Polanharjo Klaten. Foto:dok/baznas
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com) – Selama masa pandemi Covid-19 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kepada 110 mustahik produktif binaan Baznas.

Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, bidang usaha yang diajarkan adalah budidaya lele sistem bioflok, jangkrik, cacing sutra, dan smart farming. Pelatihan diselenggarakan di gedung serbaguna Banyu Panguripan, Ponggok, Polanharjo, Klaten.

Ketua Baznas Kabupaten Klaten Wibowo Muktiharjo mengatakan, pelatihan diikuti 110 peserta, dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan B.

‘’Mengingat masa pandemi dan agar tidak terjadi kerumunan, maka setiap kelasnya dibagi menjadi empat kelompok, dan seluruh kegiatan atau rangkaian pelatihan dibiayai oleh Baznas,’’ kata Wibowo.

Menurut Kiai Darodji, kegiatan itu termasuk pelatihan terbaik yang diadakan oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah. ‘’Pelatihan ini menggunakan uang zakat jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,”  kata Kiai Ahmad Darodji.

Menjadi Muzaki

Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko, ketika membuka pelatihan berpesan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. ‘’Setelah sekarang menjadi mustahik (penerima zakat), kedepan harus berperinsip jadi muzaki (orang yang wajib zakat) dan ilmu yang didapatkan selama pelatihan harus benar-benar dipahami sekaligus diamalkan,’’ katanya.

“Coba dipahami cara budidaya lele sistem bioflok, jangkrik, cacing sutra, dan smart farming mulai dari input, proses sampai output. Perhatikan sarana produksinya, Tolong pahami alur kewirausahaannya sampai pemasarannya. Semisal gagal biasa, tetapi harus coba lagi,” jelas Surjarwanto.

Ketua Baznas Klaten, Wibowo Muktiharjo mengharapkan pelatihan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna untuk masyarakat. st

You Might Also Like

Mahasiswi Giat 13 Unnes Ajak Karang Taruna Desa Kepuh Melek Hukum di Dunia Maya
Chiko Penyebar Konten Pornografi Ditetapkan Jadi Tersangka
MAJT Gelar Shalat Idul Fitri Sabtu, Noor Achmad: Perbedaan 1 Syawal Peristiwa Biasa Sejak Puluhan Tahun Lalu
Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Pantau Pasar di Tangerang Selatan
Yayasan ACT Terima Donasi Rp 2 Triliun Sejak 2005
TAGGED:Baznas Jatengbaznas Klatenbioflokmustahik binaan Baznasmustahik dilatih budidaya lele
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?