By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 5 SMPN di Klaten Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

5 SMPN di Klaten Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Last updated: 9 Oktober 2020 07:02 07:02
Jatengdaily.com
Published: 9 Oktober 2020 07:01
Share
Foto: dok/humas prov
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com) – Setelah melalui persiapan matang dan proses panjang akhirnya Pemerintah Kabupaten Klaten bakal mengujicobakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara terbatas di Kabupaten Klaten mulai Jumat, 9 Oktober 2020. KBM tatap muka terbatas akan diterapkan di SMP Negeri 2 Klaten, SMPN 1 Karangdowo, SMPN Gantiwarno, SMPN 1 Kemalang, dan SMPN 1 Kebonarum.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten Wardani Sugiyanto menjelaskan kebijakan itu dilakukan sangat hati-hati. Namun trend penularan Covid-19 di Klaten dalam sepekan terakhir yang cenderung menurun dan masuk zona kuning, didukung pula hasil survei yang menunjukkan 83 persen orang tua di Klaten menginginkan segera dibuka pembelajaran tatap muka, membuat pemerintah memutuskan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

“Dari survei internal oleh Diknas Klaten terhadap para orang tua di Klaten beberapa waktu lalu, menunjukkan 83,08 persen mengingin KBM tatap muka di buka kembali. Sedangkan 8,43 persen menolak, dan sisanya 8,49 persen menyatakan ragu-ragu. Langkah ini bukan kebijakan tiba-tiba, tapi melalui proses dan persiapan yang panjang,” jelasnya, saat ditemui di kantornya Rabu (7/10/2020).

Wardani memahami munculnya kekhawatiran pada sebagian kalangan. Untuk itu, pihaknya baru akan mengujicobakan pembelajaran tatap muka di lima SMP, dengan waktu pembelajaran hanya empat jam pelajaran masing-masing 30 menit. Protokol kesehatan ketat pun diterapkan, baik kepada siswa, pendidik, maupun orangtua dan pengantar.

“Aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, keluarga dan masyarakat, menjadi prioritas. Sedangkan aspek tumbuh kembang siswa dan psikososial dalam pemenuhan layanan pendidikan di masa pandemi dan dampak yang muncul membutuhkan langkah nyata pemerintah. Langkah ini didukung aparat setempat dan sumberdaya kesehatan yang ada, terutama lima wilayah di mana SMP titik lokasi uji coba itu berada,” ujarnya.

Wardani menggarisbawahi, kebijakan KBM tatap muka terbatas ini sudah disetujui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten. Selanjutnya, nanti evaluasi periodik akan terus dilakukan. Dia menyampaikan arahan Penjabat Sementara Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko, agar setiap kepala sekolah menjadi Ketua Tim Pengendali Mutu KBM Tatap Muka Terbatas. she

You Might Also Like

SMOR, Anak Usaha Semen Gresik Bukukan Laba Bersih Meningkat 300%
Pasar Rakyat Grebeg Besar Demak Resmi Dibuka
Tim Medis Indonesia Bantu Korban Banjir Pakistan, Banyak Warga Derita Dermatitis dan Febris
Berlaku 18 – 21 April, Ini Jadwal Rekayasa Lalu Lintas saat Mudik Lebaran dari Contraflow hingga Ganjil Genap
10 Gugatan Praperadilan Perkara Korupsi Mangkrak, Baru 3 yang Jalan
TAGGED:lima sekolah di klaten
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?