SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mengantisipasi timbulnya bahaya akibat pohon patah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kota Semarang bergerak cepat, dengan memotong sejumlah dahan pohon di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (30/1).
Pemotongan dahan pohon di komplek MAJT ini sangat diperlukan, karena komplek MAJT selalu ramai dikunjungi masyarakat, baik Kota Semarang maupun dari berbagai daerah.” Pemotongan dahan ini untuk mengurangi beban dari pohon tersebut serta melakukan perapian pohon di lingkungan MAJT,” jelas Drs H Istajib AS, Wakil Sekretaris II PP MAJT.
Istajib yang mantan anggota DPRD Jateng ini mengakui, perapian dahan dan pohon di MAJT menjadi tanggung jawab pihaknya, selaku pengurus untuk mengelola kompleks MAJT menjadi aman dan indah.
Pemotongan dahan di komplek MAJT dipimpin Syawal, Ketua Tim Pemotongan dari Disperakim Kota Semarang. Pihaknya mengaku telah mendapat perintah Walikota Semarang, Hendrar Prihadi untuk segera melaksanakan pemotongan dahan di komplek MAJT, dalam rangka mewujudkan visi kota Semarang Hebat dan Bergerak Bersama.
”Pemangkasan pohon di komplek MAJT ini kami program dalam waktu 3-4 hari ke depan sesuai dengan kebutuhan dari pihak MAJT,” ujar Syawal.
Agustono Karyadi, Kepala Bagian Keamanan dan Kebersihan MAJT menjelaskan, Pemotongan dahan di komplek MAJT untuk mencegah dahan patah karena beban dari pohon dan kondisi cuaca saat ini yang sering terjadi angin kencang. Antisipasi ini perlu dilakukan agar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di komplek MAJT.
Ketua Pelaksana Pengelola MAJT Prof Dr Noor Achmad MA mengucapkan terima kasih atas respons yang dilakukan Walikota Semarang bergerak bersama dan cepat merespons dalam membantu MAJT.
”Ini sesuai visi beliau untuk menjadikan Semarang Hebat dan Bergerak bersama dalam memajukan kota Semarang. Kami telah menyusun peta jalan pengelolaan MAJT hingga 2023 sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Tengah untuk menjadikan MAJT lebih mendunia dan menjadikan MAJT sebagai pusat peribadatan dan peradaban Islam Ahlusunnah waljama’ah yang unggul, baik di tingkat nasional dan internasional,” ujar Prof Noor Ahmad. st


