Aplikasi AGPAII Digital Ringankan Tugas Guru

Bupati Demak, H.M. Natsir berfoto bersama dengan Pengurus DPD AGPAII Kabupaten Demak yang baru dilantik di Pendopo Kabupaten Demak. Foto:dok

DEMAK (Jatengdaily.com)  – Sebanyak 350 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang memadati Pendopo Kabupaten Demak. Kehadiran para guru tersebut dalam rangka menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Demak. Acara pelantikan tersebut dilanjutkan dengan Seminar Pendidikan dengan tema: Tantangan Guru PAI di Era Industri 4.0.

Bupati Demak dalam sambutannya menjelaskan bahwa Alqur’an selalu up to date mengikuti perkembangan zaman, walaupun di era 4.0 ini. Untuk itu guru PAI harus bisa membawa perubahan terhadap anak didiknya mengikuti perkembangan zaman ini ke arah yang lebih baik. Lebih lanjut Natsir mengharapkan AGPAII juga bisa membantu persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Demak.

Bagaimana guru betul-betul menginspirasi anak didik. “Fenomena anak-anak yang hidup di jalanan menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama. Bagaimana agar anak-anak lebih betah di sekolah. Inilah tugas guru yang utama untuk membuat nyaman di sekolah,” imbuhnya.

Sejumlah 35 orang pengurus DPD AGPAII Kabupaten Demak  dilantik langsung oleh Ketua DPW AGPAII Provinsi Jawa Tengah, DR. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom.  Dalam pelantikan tersebut disaksikan oleh Bupati Demak (H.M. Natsir), Plt. Kepala Dindikbud  (Drs. Eko Pringgolaksito, M.S.I.) dan Kepala Kemenag Kabupaten Demak  (H. Muhaimin).

Dalam sambutannya alumnus Doktor Unnes tersebut mengungkapkan bahwa pelantiikan AGPAII Kabupaten  Demak istimewa karena bertempat di pendopo kabupaten dan dihadiri langsung oleh Bupati Demak . “Organisasi ini berfungsi sebagai wadah bagi para guru PAI mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Saya mengharapkan AGPAII benar-benar mengayomi guru PAI semua”, tegasnya.

Ahsan mengingatkan kepada jajaran pengurus DPD AGPAII Demak di bawah kepemimpinan H. Abdullah Mahrus, S.Ag., M.S.I. agar terus bersinergi dengan organisasi profesi lain semisal PGRI. Karena komunikasi dan kerjasama dengan organisasi lain juga dibutuhkan untuk memperjuangkan kepentingan guru PAI.

Pria kelahiran Demak ini berharapan bahwa AGPAII  menjadi wadah aspirasi, tempat edukasi sekaligus wahana yang menginspirasi.” AGPAII mempunyai arah untuk membangun spiritualitas religius siswa dalam kerangka empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.

Sementara itu, H. Imam Bukhori, S.Ag.M.Si, Kepala Bidang PAIS pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa kemenag berkepentingan terhadap nasib guru PAI.

Menurutnya guru PAI juga bagian tidak terpisahkan dalam mendidik anak bangsa. Karena itu Kemenag berkirim surat dengan nomor B-352/DJ.I/Dt.I.IV/H/HM.01/02/2020. Dalam surat tersebut Kemenag berharap agar pemerintah daerah dan stakeholders terkait ikut membantu memberikan bantuan biaya pendidikan profesi (sertifikasi) kepada guru Pendidikan Agama Islam dalam menjalani serangkaian proses PPG.

Jika hanya mengandalkan anggaran dari Kemenag saja menurutnya tidak cukup. Karena itu bagaimana AGPAII juga membantu menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan guru PAI untuk memperoleh kesempatan mengikuti PPG dengan biaya yang terjangkau. “Kalau mengandalkan biaya mandiri maka guru honorer dapat uang darimana. Karena itu perlu usaha bersama untuk mmperjuangkan guru PAI dalam proses PPG”, jelasnya.

Sementara itu saat menyampaikan materi Drs. Muhammad Nasikin M.Pd yang juga selaku pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak menegaskan bahwa guru agama harus punya sikap bangga sebagai guru agama. Menurutnya guru PAI harus selalu menginspirasi di dalam kelas maupun luar kelas. “Guru PAI harus selalu menjadi inspirasi dan motivasi,” tegasnya.

Nasikin memaparkan bahwa tantangan guru di era revolusi industry 4.0 berat sekali. Guru harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan informasi sehingga dalam proses pembelajaran tidak melulu menggunakan metode ceramah yang membosankan. “Guru harus selalu kreatif sehingga tidak bisa digantikan oleh teknologi, teknologi digital bisa membantu proses pembelajaran di era digital sekarang,: ungkapnya.

Dalam kesempatan ini selain pemaparan materi mengenai kesiapan guru menghadapi revolusi industrI 4.0, Sekretaris II DPW AGPAII Jateng dan juga sekretais DPD AGPAII Kab. Demak, Syaekudin, S.Ag., M.Pd.I. memperkenalkan dan memandu pemanfaatan aplikasi digital yang sudah dirintis AGPAII yaitu KTA digital dan RPP berbasis android.

Fitur-fitur AGPAII digital dapat dicari melalui aplikasi play store, beberapa fitur tersebut antara lain KTA berbasis Android dan RPP digital. Ke depan akan dilengkapi dengan aplikasi penilaian digital, bahan ajar digital, PTK digital dan marketplace. Semua itu dalam rangka memudahkan guru PAI dalam memasuki tantangan di era Industri 4.0. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here