By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bantuan Baznas Kuatkan Riyanti untuk Lanjutkan Kehidupan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bantuan Baznas Kuatkan Riyanti untuk Lanjutkan Kehidupan

Last updated: 19 Desember 2020 10:29 10:29
Jatengdaily.com
Published: 19 Desember 2020 07:49
Share
Riyanti (42), warga Kota Semarang salah satu penerima bantuan Baznas. Foto: Siti Khajarwati
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Menjadi orangtua tunggal (single parent), dengan membesarkan tiga orang anak, bagi Riyanti tidaklah mudah. Namun, bukan berarti perempuan berusia 42 tahun yang suaminya sudah meninggal sekitar empat tahun lalu ini, meratapi nasibnya.

Ditemui di rumahnya, di  Jalan Dolog Lor Raya, RT 07/RW 04,  Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang  Riyanti yang murah senyum ini banyak bercerita, bagaimana dia bisa terbantukan menghidupi tiga anaknya berkat bantuan modal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang.  ’’Apapun dilakukan, asal halal, dan hidup harus terus dijalani,’’ katanya, Jumat (18/12/2020).  

Bahkan, dia bisa berbagi waktu di tengah kesibukannya mengurus anak keduanya, yang mengalami kelumpuhan otak,  sejak sang anak, yang bernama Rafika Luluk Uljanah ini  berusia 1,5 tahun, karena sakit kemudian mengalami step atau kejang.

Kini, Rafika sudah berusia 14 tahun. Kondisi sang anak, hanya bisa terbaring di kasur. Bahkan, untuk makan pun Rafika, bergantung pada selang kecil, dan hanya susu saja yang bisa dikonsumsinya. Sedangkan anak pertamanya, berusia 18 tahun dan anak ketiga 6 tahun.

’’Ya, dia hanya bisa mengkonsumsi susu. Satu kotak kardus susunya harganya Rp 100.000, itu minimal untuk tiga hari saja. Susunya memang mahal, namun semua rahasia Allah, ada saja rezeki,’’ jelasnya, sambil mengeluarkan gurat kesedihan di wajahnya sesaat.

Meski begitu, dia kembali bersemangat ketika menceritakan, bagaimana dia mendapat dana untuk bantuan modal usaha dari Baznas Kota Semarang sebesar Rp 3 Juta.

’’Awalnya saya mengajukannya Rp 5 juta dengan melengkapi persyaratan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), dan akhirnya terpilih mendapat bantuan. Dari yang saya ajukan, yang disetujui Rp 3 juta. Senang, bantuan dari Baznas saya dapat pada tahun 2019. Bahkan, saya pernah mendapat pelatihan dari Baznas, bagaimana cara berjualan yang halal,’’ jelasnya.

Dia tidak bisa membayangkan kalau tidak mendapat bantuan itu, sebab, dia pernah terjerat hutang di  rentenir. ’’Bunganya tinggi,  bisa 20 persen. Ya, bagaimana lagi, hidup sendirian, tidak ada saudara yang membantu, jadilah hutang di bank titil,’’ begitu dia menyebut.

Dia mengatakan, dengan bantuan modal usaha dari Baznas, usaha rumahan bisa dia lakukan. Dia menjual baju, berdagang soto kelilingan, dan menerima pesanan makanan dari para tetangga atau kenalan.

Ya, Riyanti memang tergolong perempuan  yang tangguh. Sebab, dia juga melakukan banyak aktivitas untuk menggiatkan roda perekonomian keluaraganya. Selain jualan baju, soto, dan makanan, dia  juga acapkali dimintai jasanya oleh para ibu-ibu untuk pijat urut.  ‘’Istilahnya pijat capai,’’ katanya, sambil tersenyum.

Adapun sistem pembayaran baju yang dijualnya, adalah ada yang kontan dan ada yang ambil barang dulu.  ’’Kalau baju, biasanya tetangga atau para kenalan ambil barang dulu, kemudian bulan depan baru mereka membayar. Kemarin saya keliling menawarkan, lumayan ada yang ambil beberapa baju sampai Rp 465.000. Terus, kemarin juga ada yang bayar Rp 150.000,’’ jelasnya, sambil merapikan sejumlah pakaian dagangannya ke dalam plastik.

Ada beberapa kantung plastik besar tempat dagangan pakaiannya. Ada celana pendek, kemeja laki-laki, baju-baju anak laki-laki dan perempuan, daster, baju tidur atasan dan bawahan, dan sejumlah jenis pakaian lainnya.

Pola berjualan bajunya, adalah dengan menawarkan keliling kompleks kampungnya, teman teman-teman dan kenalan,  atau juga menawarkan lewat WhatsApp.

’’Saya hanya mengambil untung sedikit, berkisar Rp 10.000 atau Rp 15.000, asal jalan terus. Biasanya, kalau ada pemasukan dari konsumen yang membayar, maka saya belikan baju lagi. Biar jalan terus modalnya, saya biasanya kulakan di Pasar Johar Semarang,’’ katanya.

Selain dagangan baju, dia juga punya gerobak dengan nama ‘Soto Rafika Berkah’ yang dibuatnya berjualan soto. Biasanya, dia jualan soto pada pagi hari, dibantu anak nomer satu, Rafi Muhammad Ramadan (18 tahun). ’’Namun ini gerobaknya agak rusak, jadi mau dibetulin dulu,’’ katanya.

Dari hasil laba berjualan baju, dia juga membuat nasi bakar untuk dititipkan di sejumlah warung pusat jajan serba ada (pujasera) di lingkungannya. ’’Nasi bakarnya, enak. Isiannya, adalah  ikan asin (peda). Saya jualnya Rp 5.000, dan biasanya  pemilik pujasera menjualnya lagi Rp 6.000,’’ jelasnya.

Jika melihat status di WhatsApp-nya, Riyanti memang kreatif. Dia biasanya menawarkan buah pisang, bawang, kentang, alpukat, bahkan bunga dan lainnya yang diunggahnya di statusnya.  ’’Ya, kemarin saya dapat orderan dari teman, untuk menanamkan bunga. Jadi saya membeli pot dan tanah sebagai media tanam, dan bunganya dari dia,’’ jelasnya.

Riyanti mengatakan, sangat bersyukur atas bantuan Baznas. Apalagi tidak mengembalikan modal tersebut.

’’Memang awalnya sempat untuk menyicil, tanpa agunan, namun itu hanya berlangsung beberapa bulan saja, sekitar lima bulanan. Setelah itu, uangnya dikembalikan semua. Rasanya senang sekali, ternyata itu hanya untuk motivasi, semangat dan melatih bagaimana kita bisa mengelola modal dengan hati-hati. Semoga Baznas tetap ada dan bisa membantu orang seperti kami,’’ begitu katanya.

Berdayakan Masyarakat

Seperti diketahui, dalam beberapa kesempatan Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan, salah satu program dari Baznas adalah memberikan bantuan modal yang bertujuan merubah penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki).

Pendistribusian zakat tersebut, dalam bentuk modal adalah pemberdayaan zakat secara produktif untuk disalurkan pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Bantuan modal tersebut, bisa dijadikan pancingan bagi mereka (penerima zakat), untuk merubah nasibnya, sehingga tidak selalu bergantung. Bahkan, diharapkan mereka yang awalnya dibantu permodalan, bisa sukses dan memberi zakat ke orang lain yang membutuhkan.

’’Berzakat bukan sekadar menyucikan harta, dan tidak bikin kita melarat. Hasil testimoni, warga yang kita dampingi, yang tadinya kategori mustahik menjadi muzakki. Kita dorong ini meskipun prosesnya panjang,” jelasnya.

Dikatakannya, jika jumlah zakat yang dikumpulkan oleh Baznas Jawa Tengah dari tahun ke tahun menunjuklan grafik yang menggembirakan. Pada tahun 2020 hingga Oktober saja zakat dari masyarakat yang terkumpul mencapai Rp 45,8 miliar, jauh dari angka penerimaan tahun 2017 yaitu Rp 18,2 miliar.

Menurutnya, iklim yang dibangun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam berzakat turut membantu kontribusi penerimaan Baznas. Namun diakui Darodji sesugguhnya, banyak potensi yang bisa digali dari masyarakat agar penerimaan zakat bisa optimal lagi.

Kiprah nyata yang sudah dilakukan oleh Baznas, lainnya  diantaranya pemberian beasiswa bagi siswa SD/MI hingga SMA/MA, insentif bagi penyuluh agama Islam, pejuang kemerdekaan sampai mustahik konsumtif. Selain itu memberikan pendampingan dan pelatihan beternak, bertukang dan berwirasuaha. Siti Khajarwati

You Might Also Like

Meski Jateng Nihil Kasus HMPV, Warga Diminta Tetap Waspada
Tahun 2021 Wilayah Indonesia Masih Aktif Gempa
Berkat Pendampingan Rumah BUMN Rembang, Produk Kerajinan Kulit Ikan Pari Milik Ardiyansyah Tembus Pasar Tiongkok
Sambut Idul Fitri, TelkomGroup Pastikan Kualitas Infrastruktur dan Layanan Tetap Prima
Pertamina Patra Niaga Siap Berikan Harga Khusus Avtur Nataru di 19 Bandara
TAGGED:bantuan baznasBantuan Baznas Kuatkan RiyantibaznasBaznas Kota SemarangDr KH Ahmad Darodji MSi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?