Banyak Orang Sehat, Tapi Sakit Jiwa

0
21
Rektor Unwahas Semarang Prof Dr H Mahmutarom SH.MHum dan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Amino Gondohutomo Jateng dr Alek Jusran M.Kes menandatangani naskah kerja sama di Kampus Fakultas Kedokteran, Nongkosawit, Gunungpati, Semarang, Rabu (9/9). Disaksikan Ketua Dewan Pembina Ali Mufiz dan Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr Noor Achmad MA dan para wakil rektor. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Amino Gondohutomo Jateng dr Alek Jusran M.Kes mengatakan, belakangan ini banyak orang sehat secara fisik namun mengalami gangguan atau menderita sakit jiwa. ‘’Gejalanya banyak. Bisa dialami oleh siapa tidak terpengaruh strata sosial,’’ katanya.

Alek mengatakan hal itu ketika melakukan penandatanganan naskah kerja sama (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) di Kampus Nongkosawit, Gunungpati, Semarang, Rabu (9/9).

Penandatanganan naskah kerja sama disaksikan Ketua Dewan Pembina Ali Mufiz, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr Noor Achmad MA, pawa wakil rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran dr Sudaryanto M.Kes.

Menurut Alek, penanganan pasien sakit jiwa sekarang ini sangat manusiawi, diperlakukan sebagai orang sakit agar sehat dari penyakitnya. ‘’Kalau zaman dahulu orang sakit dikurung seperti dalam penjara karena membahayakan orang lain dan dianggap sebagai aib,’’ katanya. Penyakit jiwa merupakan penyakit lama sehingga muncul cerita Laila Majnun, Juminten Edan dan sebagainya.

Dia merasa senang dengan MoU tersebut karena calon-calon dokter dari Unwahas akan belajar mengatasi penyakit kejiwaan di RS Jiwa yang dipimpinnya. Pihaknya juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip, Unissula, Universits Gunungjati dan lain-lain.
 
Profesi Dokter
Rektor Unwahas Prof Dr Mahmutarom SH M.Hum mengatakan, kerja sama dengan RSJ merupakan pengembangan Fakultas Kedokteran Unwahas yang tahun ini masuk tahap profesi dokter. ‘’Jadi dibutuhkan banyak rumah sakit untuk membekali pengalaman para dokter lulusan FK Unwahas,’’ katanya. Unwahas sebelumnya telah bekerja sama dengan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dan RS NU Demak.

‘’Faktanya sekarang banyak orang sehat secara fisik tetapi jiwanya tidak sehat. Muga-muga diobati dokter lulusan Unwahas dengan pendekatan spiritual keagamaan lebih cepat sembuh,’’ katanya.

Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr H Noor Achmad MA menjelaskan, mahasiswa fakultas kedokteran Unwahas juga dibekali amalan Asmaul Husna, Alquran dan wirid yang pada saatnya bisa membantu menyembuhkan pasien.

Selain Fakultas Kedokteran, Unwahas juga mengembangkan Fakultas Farmasi untuk meneliti obat-obatan herbal. Untuk mendalami obat-obatan herbal Unwahas menggandeng Universitas Tianjin, Tiongkok. ‘’85 persen bahan baku obat-obatan herbal di Tianjin, antara lain didatangkan dari Indonesia, mengapa kita tidak konsentrasi mengembangkan ini,’’ kata Noor Achmad.

Dia berharap, kerja sama dengan RSJ Amino Gondohutomo makin meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Kedokteran Unwahas terutama dalam menangani penyakit kejiwaan. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here