Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang Dr M Fatkhuronji didampingi oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Semarang Pemuda Teguh Wiyono (kiri), secara simbolis menyerahkan santunan ke ahli waris Nasrofi. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Meskipun baru ikut kepesertaan BPJAMSOSTEK selama tiga bulan, dan meninggal dunia, ahli waris dari almarhum Nasrofi Al Burhany (34), guru Madrasah Ibtidaiyah  (MI) Baitul Huda, Kota Semarang mendapatkan santunan  Jaminan Kematian (JKM) dari BPJAMSOSTEK sebesar Rp 42 juta.

Santunan diterima oleh ahli waris yakni istri almarhum, Desi Widihartanti (33). Santunan diberikan secara simbolis oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang Dr M Fatkhuronji dan didampingi oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Semarang Pemuda Teguh Wiyono, Selasa (28/1/2020). Bersamaan dengan acara seminar yang digelar Ikatan Guru Madrasah Kota Semarang, di Gedung Pascarsarjana Unwahas.

Teguh Wiyono mengatakan, almarhum terdaftar di 2 program BPJAMSOSTEK, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dari empat program yang ada, dimana yang dua program lainnya adalah Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

 Menurutnya, sejak bangun tidur resiko bisa datang kapan saja dan dimana saja. ‘’Mati itu pasti tapi tidak tahu.  Namun kita bisa mempersiapkan diri bisa menghadapi resiko dari kecelakaan, kematian hingga jaminan hari tua,’’ jelasnya.

 Biaya pengobatan di rumah sakit mahal, jika ikut BPJAMSOSTEK bisa dicover. Begitu juga saat kecelakaan akan mendapat santunan. Bahkan jika kecelakaan terjadi, saat kerja langsung mendapat santunan 48 kali dari gaji yang dilaporkan dan uang pemakaman Rp 10 juta. ‘’Harapannya seluruh guru madrasah bisa didaftarkan ikut BPJAMSOSTEK. Supaya yang bersangkutan dalam tugasnya tidak was-was,’’ jelasnya.

Desi mengatakan, almarhum meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. ‘’Uang ini akan saya tabung saya gunakan untuk keperluan sekolah anak nanti. Sebagian juga saya gunakan untuk menambah modal menjahit,’’ kata Desi yang bekerja sambilan sebagai penjahit ini.

Kasi pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang Dr M Fatkhuronji bahkan ikut hadir dalam kesempatan ini dan mengatakan, sangat berterimakasih atas santunan yang diterima oleh salah satu gurunya. Dia terus mendorong agar semua guru di lingkungan madrasah di Kota Semarang untuk mendapatkan perlindungan lewat BPJAMSOSTEK.

 ‘’Ini bisa dibayarkan oleh yayasan tempat mereka bekerja, sekolah, atau iuran lewat potong gaji mereka. Sebab, prinsipnya bisa membantu guru dan keluarga untuk memberi jaminan. Apalgi tidak semua guru mendapat gaji besar. Kemenag sejak awal mendorong untuk memberi perlindungan diri dan keluarga bagi keselamatan para guru. Apalagi selama ini, jumlah guru yang mendapat jaminan itu masih sedikit,’’ jelasnya.

Ketua Ikatan Guru Madrasah Kota Semarang Mujib Sya’roni mengatakan, saat ini jumlah yang ikut BPJAMSOSTEK masih sedikit. Dari 1.044 guru madrasah yang punya sertifikasi yang didaftarkan keikutsertaannya baru 20 persennya. Sedangkan dari sedikitnya 3.200 guru madrasah yang belum bersertifikasi, baru 3 persen yang terdaftar. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here