By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Bawaslu Kendal Tak Minta Tambahan Anggaran Pemilu
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bawaslu Kendal Tak Minta Tambahan Anggaran Pemilu

Last updated: 12 Juni 2020 17:19 17:19
Jatengdaily.com
Published: 12 Juni 2020 17:15
Share
SHARE

KENDAL (Jatengdaily.com) – Pilkada 2020 yang akan digelar di tengah Pandemi Covid-19 menuntut lebih banyak anggaran. Seperti, untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan dan karena jumlah TPS membengkak. Penyelenggara pemilihan di berbagai tempat mengajukan tambah anggaran dengan nilai mencapai milyaran rupiah. 

Bagaimana dengan Bawaslu Kendal? Ternyata, Bawaslu Kendal tidak meminta tambah anggaran sepeser pun kepada Pemda Kendal. Namun, Bawaslu Kendal melakukan strategi penghematan dengan cara restrukturisasi anggaran.

Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani mengatakan pihaknya berusaha menghemat anggaran seketat mungkin. “Karena Covid-19, kebutuhan jajaran pengawas berubah dan menuntut anggaran bertambah. Tetapi kami tidak menambah anggaran. Masih sesuai NPHD. Kami berhemat, kami restrukturisasi anggaran,” katanya, Jumat, (12/6). Yang dimaksud menghemat dengan restrukturisasi anggaran oleh Odilia yaitu alokasi anggaran yang tidak bisa digunakan dialihkan untuk kebutuhan lain.

“Karena Covid-19, anggaran seperti sosialisasi tidak bisa dipakai, karena tidak boleh berkumpul. Anggaran itu kita gunakan untuk kebutuhan lain,” terangnya.
Korsek Bawaslu Kendal Sri Wahyuning menerangkan item kebutuhan baru lembaganya.

“Jumlah TPS di Kendal bertambah. Maka, Pengawas TPS juga akan kami tambah sebanyak 397 orang. Restrukturisasi anggaran itu untuk honor mereka. Juga pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) sederhana,” tambah Sri Wahyuning. 

Sri ingin jajarannya aman bertugas. APD yang akan disediakan yaitu masker, sarung tangan latek, hand sanitizer dan face shield untuk memfasilitasi pengawasan di lapangan. “Pengawas itu mobile, beredar di lapangan, mereka harus dilindungi,” lanjut Sri.

“Meskipun berhemat, tidak tambah anggaran, giat pengawasan kami usahakan sebaik mungkin. Bawaslu tetap profesional mengawasi, menangani pelanggran, penyelesaian sengketa maupun penguatan lembaga dan SDM,” pungkas Odilia.

Perlu masyarakat tahu, sesuai SE KPU RI No. 421/2020 bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 yang akan digelar 9 Desember jumlah pemilih tiap TPS maksimal hanya 500 orang padahal sebelumnya 800 orang. Sehingga jumlah TPS bertambah banyak. Ini tentu menuntut tambahan tenaga maupun kelengkapan penyelenggaraan. adri-she

You Might Also Like

Perkuat Ekonomi Digital Indonesia, Telin dan Citra Connect Kolaborasi Kembangkan Nongsa Digital Park
Sebanyak 16 SMK Semi Boarding di Jateng Disiapkan untuk Siswa Miskin
Kedua Kalinya, Kepulangan Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Diancam Bom
Tahun Baru Islam Momentum untuk Perkuat Ikhtiar Melawan Pandemi
Begini Skema Pemberian Bantuan Masyarakat Terdampak Pandemi COVID-19
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?