SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang kini terus berupaya melakukan antisipasi terhadap virus Corona yang diduga berasal dari Wuhan Cina. Antisipasi virus yang mematikan itu dengan berbagai upaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, Pemkot Semarang sudah merapatkan terkait antisipasi virus Corona mulai dari kedatangan wisatawan asing hingga penanganan jika terdapat pasien yang mengidap virus Corona.
Pemkot sudah berkoordinasi dengan pihak bandara, pelabuhan, dan stasiun yang menjadi pintu gerbang kedatangan para wisman mancanegara. Iin meminta petugas di pintu gerbang kedatangan wisatawan agar benar-benar melakukan deteksi awal.
Jika terdapat pasien suspect Corona, Pemkot Semarang juga telah menujuk RSUP Kariadi sebagai RS rujukan di kota Semarang. Pihaknya juga sudah memberikan surat edaran kepada Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Semarang, dan para pengusaha tempat hiburan.
“Hotel menempatkan blok tertentu untuk wisatawan dari luar negeri. Mereka ditempatkan di satu lantai tertentu,” ucap Iin, Senin (02/03/2020).
Menurut Iin, wisman yang berkunjung ke kota Semarang tidak begitu banyak. Jumlah wisman yang berkunjung ke kota Semarang meningkat pada bulan-bulan tertentu saja. Biasanya, peningkatan jumlah wisman pada Agustus dan September.
“Ada festival Cheng Ho di Sam Po Kong pada bulan Agustus. Biasanya, kunjungan wisman dari Cina naik. Pada September wisatawan manca negara juga naik karena ada festival Kota Lama,” paparnya.
Pihaknya bersama stakeholder terkait sudah menggelar doa bersama di Klenteng Sam Po Kong dengan harapan event-event di kota Semarang yang biasanya menarik perhatian wisman bisa berjalan lancar dan isu virus Corona bisa segera mereda. Saat ini, dia justru lebih mengoptimalkan kunjungan wisatawan lokal. Pasalnya, kota Semarang termasuk tempat yang berpotensi besar untuk dikunjungi wisatawan lokal.Ugl –st


