By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Borobudur Marathon 2020 Berkonsep Hybrid, Dibagi Dua Kategori, Elite dan Virtual
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Borobudur Marathon 2020 Berkonsep Hybrid, Dibagi Dua Kategori, Elite dan Virtual

Last updated: 8 September 2020 21:17 21:17
Jatengdaily.com
Published: 8 September 2020 21:17
Share
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (masker oranye) didampingi Dirut Bank Jateng (kedua dari kanan), Kepala Disporapar Jateng (paling kanan), Ketua Yayasan Bormart (kedua dari kiri) dan panpel. Foto:hms
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Meski masih dalam suasana normal baru pandemi Covid-19, even lomba lari Borobudur Marathon (BorMar) tahun ini tetap digelar di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, 15 November mendatang.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, BorMar 2020 dengan tema ‘Rhythm of Soul’ berkonsep hybrid yaitu dibagi menjadi dua kategori, elite race (30-40 pelari undangan di Borobudur) dan  virtual edition (diikuti masyarakat umum yang bebas berlari di mana saja).

”Semula kami dihadapkan dua pilihan, antara ya atau tidak untuk menggelar Borobudur Marathon karena pandemi Covid-19. Tapi setelah berdiskusi panjang dengan panitia termasuk PB PASI, akhirnya kami optimistis, even ini tetap digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Pandemi tak membuat kami menyerah, kami bisa dan Jateng akan terus berlari,” kata gubernur saat me-launching BorMar 2020 di Puri Gedeh, Semarang, Selasa (8/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Dirut Bank Jateng Supriyatno, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An  dan Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi.

Ditandaskan gubernur, pandemi justru memunculkan ide brilian bagi penyelenggaraan BorMar, dengan cara-cara baru, misalnya konsep virtual. Ini artinya kreativitas, semangat dan optimisme tetap ada di Jateng. Harapannya tentu akan menjadi contoh bagi negara lain yang sebelumnya telah membatalkan atau mengundurkan lomba lari akibat pandemi.

Pariwisata Jateng.

Supriyatno sendiri mengatakan, bahwa Bank Jateng tetap komitmen mendukung lomba lari yang telah memasuki tahun keempat. Diakuinya, BorMar kali ini tentu berbeda dari sisi ekonomi, karena tahun lalu diikuti minimal 10.000 orang.

”Namun kami tahun ini, lebih mendukung pada semangat kreativitas dan pantang menyerah tadi. Kegiatan mendukung UMKM seperti Pawone Borobudur Marathon tetap ada. Dan ingat patch finisher (medali) untuk pelari virtual nantinya dibuat oleh warga Magelang,” jelasnya.

Insiator lomba Liem Chie An juga mengungkapkan rasa optimismenya BorMar kali ini kembali menggugah semangat berlari warga Magelang, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain itu, masih mencetuskan kontribusi bagi pariwisata Jateng.

 ”Jauh hari, banyak orang bertanya ke saya, ada marathon lagi nggak nih di Borobudur? Artinya, antusiasme berlari masih sangat tinggi. Dan setelah peluncuran ini, saya yakin Borobudur Marathon tetap ada,” tambahnya

Manfaat
Sekjen PB Tigor Tanjung menyebut, ada tiga manfaat yang diperoleh dengan tetap digulirkannya BorMar yang sebelumnya telah direkomendasi PB PASI. Pertama, membuka gaung kompetisi di mata internasional meskipun dengan konsep virtual. Kedua, memberikan kesempatan pelari di Indonesia untuk menjajal kemampuannya, setelah hampir setahun ini tak mengikuti kompetisi.

”Kami memang telah membatalkan atau mengundurkan jadwal kompetisi di semua lomba lari Tanah Air. Pelari sekelas Muhammad Zohri yang sudah lolos Olimpiade pun, tak bisa berlari tahun ini,” kata Tigor.

Keuntungan ketiga adalah memberikan ide bagi PASI untuk membuat regulasi lari di masa pandemi.  Pihaknya memang telah menyeleksi para pelari yang turun di BorMar, salah satu kriterianya pada hasil kualifikasi PON.

Pelaksana BorMar 2020 Budhi Sarwiadi menjelaskan jarak pada Borobudur Maratahon 2020 tidak ada perubahan. Tiga kategori utama BorMar  yakni Marathon, Half Marathon, dan 10k. Adapun satu kategori tambahan yakni Friendship dengan jarak lari 3,8 km.

Untuk kelas elite race dilaksanakan sehari, dan pelari dikarantina penuh serta dites bebas Covid saat datang dan pulang. Sedangkan waktu pelaksanaan untuk pelari virtual adalah 15-30 November 2020.

”Artinya peserta bebas mencicil jarak tempuhnya. Misalnya, dia ikut marathon yang 42, 195 km. Dia bisa sehari 10 km, hari berikutnya 10 km sampai finish, kami beri waktu dua minggu. Kami akan memantaunya. Kalau mampu bisa saja dia menyelesaikan marathon dalam sehari,” imbuhnya. st

You Might Also Like

KPU Demak Canangkan Zona Integritas
Kepala Disperakim Jateng Beri Pengantar Antologi Esai Lingkungan Hidup
Jelang Lawan Arab Saudi, Pemain Timnas Siap Bekerja Keras
Meski Kota Tegal Masuk Zona Hijau, Walikota Himbau Warga Agar Terapkan Protokol Kesehatan
Raih Proper Hijau, Berkat Semen Gresik Patuhi Regulasi dan Komitmen Ramah Lingkungan
TAGGED:Borobudur Marathon 2020dua kategorielite dan virtualkonsep hybrid
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?