By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Corona Mewabah, Demak Tetap Panen Raya Padi dan Jagung
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Corona Mewabah, Demak Tetap Panen Raya Padi dan Jagung

Last updated: 30 Maret 2020 15:46 15:46
Jatengdaily.com
Published: 30 Maret 2020 15:46
Share
Salah satu lahan padi siap panen di Desa Kendaldoyong Wonosalam Demak, yang tak terpengaruh maraknya wabah corona. Foto: Jatengdaily.com/rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com – Meski wabah corona tengah melanda, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah menjamin stok pangan khusus beras dan jagung aman. Salah satunya Kabupaten Demak, yang diperkirakan panen raya padi dan jagung pada Maret dan April.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak H Wibowo melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Heri Wuryanto menjelaskan, wabah corona kini memang tengah menjadi keprihatinan nasional bahkan dunia. Namun demikian, produksi pangan utamanya padi dan jagung harus tetap berlanjut, demi pemenuhan stok pangan.

Kabar baiknya, luas panen padi Kabupaten Demak yang merupakan daetah penyangga oangan Jateng, pada Maret seluas 26.876 hektar dan April seluas 865 hektar. Sementara luas panen jagung di bulan Maret seluas 1.282 hektar dan April seluas 27 hektar.

“Mengenai harga, gabah kering panen Rp 4.300 (blower), sedangkan jika panen menggunakan combine harvester harga sampai Rp 4.600 per kilogram,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Tak hanya padi, karena kualitas cukup bagus harga jagung di daerah saat ini sangat menguntungkan petani. Disebutkan, harga jagung Rp 4.000 per kilogram untuk jenis pipilan kering.

Menurut Wibowo, kondisi yang membuat petani tersenyum tersebut berkat kinerja pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, yang konsisten mendorong produksi, sekaligus menjamin harga.

Salah satu desa di Demak yang mulai panen padi pada Maret 2020 yakni Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam. Dengan luas panen 200 hektar, produktivitasnya mencapai 8,10 ton per hektar gabah kering panen.

Sementara untuk jagung, salah satunya ada di Desa Karangawen Kecamatan Karangawen. Pada Maret ini pula sudah mulai panen jagung seluas 150 hektar dengan produktivitas rata-rata 7,50 ton per hektar pipilan kering. rie-yds

You Might Also Like

Peringati Harlah ke-14, Gerindra Jateng Bagikan Ribuan Paket Sembako
Para Ulama di Jateng Soroti Perilaku LGBT dan Judol  di Pantura
Lebih dari 36 Ribu Pengunjung Padati Food & Hotel Indonesia 2023 di JIEXPO
Direktur WINS Telkom Launching Data Center NeuCentrIX
Bahas Penguatan Pendidikan Pemilih, JPPR Kunjungi KPU Jawa Tengah
TAGGED:kabupaten demakpanen padi dan jagungpanen raya petani demakpetani
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?