Ditinjau Menteri PUPR, Rumah Pompa Sringin Belum Optimal

Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono meninjau Kali Sringin, Minggu. Foto:dok/pupr

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau rumah pompa air Sringin Semarang, dan ternyata seluruh pompa air belum bekerja optimal. Menteri PUPR memerintahkan untuk mengganti pompa air.

Basuki mengatakan, rumah pompa Sringin penting untuk penanganan rob dan banjir di sekitar sana termasuk di sekitar Terboyo atau Pantura. Tetapi, dari 5 pompa baru 2 yang aktif dan hanya 1 pompa yang bisa bekerja sesuai kapasitas yaitu 2.000 liter per detik.

“Infrastrukturnya sudah siap, pompa air rencana 5×2.000 liter per detik, masih ada kendala. Hal ini baru satu yang bisa operasional sampai 2.000 liter per detik, yang lain belum,” kata Basuki di Sringin, Minggu (12/1/2020).

Ia mengatakan untuk pompa air yang tidak bisa bekerja maksimal kemungkinan ada seal sambungan yang bocor sehingga udara ikut masuk. Basuki meminta pompa diganti dan dua di antaranya sudah siap dipasang hari Selasa mendatang.

“Selasa besok akan dipasang yang baru, ada dua besok Selasa, 2×2.000 liter jadi 4.000 liter per detik. Yang tiga masih dirakit, saya mau lihat, jadi detail kerja kita. Ini tergantung pompa di sini, kalau tidak sempurna pasti mengganggu,” katanya menjelaskan.

Dikatakan, dari lima pompa di sana masih dua beroperasi, yang tiga baru mau diganti. Tiga itu hanya 700 liter per detik. Padahal, spek 2.000, maka saya minta ganti. Banjir cuma pompa ini, ndak ada lain,” imbuh Basuki.

Pada kesempatan itu, Basuki juga sempat berbincang dengan warga di sekitar Sringin. Saat ini warga di sana memang sudah tidak terkena rob dan banjir.

Basuki menjelaskan, jika hujan lebat dan pompa tidak bekerja maksimal maka genangan air akan kembali datang.

“Cek penduduk, masih terendam? Enggak. Tapi kalau mancep (tidak maksimal) gini, kalau hujan pasti (banjir lagi),” tegasnya.

Pompa baru di Sringin akan aktif maksimal semuanya pada akhir Januari. Menurut Basuki, hal itu harus terpenuhi karena intensitas hujan akan meningkat bulan Februari.

“Aktif akhir Januari, Februari lebih tinggi. Kita ikuti terus prediksinya,” katanya. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here