Ilustrasi Pilkada.

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menyatakan di tengah pandemi covid-19, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 tertinggi di Boyolali mencapai angka 89,53 persen. Partisipasi warga sebesar itu terlihat saat proses rekapitulasi suara yang dikerjakan para petugas di masing-masing kabupaten kota.

“Rekor paling tinggi yang dicetak oleh para pemilih di Boyolali. Dari catatan kita, memang angka partisipasi warga Boyolali sejak pemilu 2015 selalu tinggi,” kata Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Jateng, Paulus Widiyantoro saat dikonfirmasi, Rabu (16/12).

Selain Boyolali, ada beberapa kabupaten di Jateng masuk daftar empat kabupaten dengan partisipasi pemilih tertinggi di Jateng pada Pilkada 2020 yakni Kabupaten Rembang dengan 85 persen, Kabupaten Sukoharjo 80,70 persen, Klaten 80 persen dan Kabupaten Semarang dengan 78,78 persen.

Sedangkan angka partisipasi warga Grobogan tercatat paling rendah daripada daerah lainnya. Sebab, banyak warga setempat memilih golput alias absen dalam proses pencoblosan.

“Partisipasi masyarakat Grobogan rendah angkanya sekitar 63 persen. Fakta di lapangan kita temukan bahwa banyak pemilih yang memilih tidak hadir di TPS,” ungkapnya.

Terkait pengiriman logistik kotak suara tidak ada gangguan. Setiap petugas TPS diminta menyesuaikan dengan perubahan cuaca saat mendistribusikan logistik pemilu ke tingkat kecamatan atau kelurahan.

“Kalau prakiraan cuaca BMKG akan ada hujan pagi hari, maka siangnya logistiknya baru dikirim ke kantor kecamatan. Jika terpaksa, kita gunakan truk yang ada terpalnya kuat untuk mengangkut. Semua pengamanan logistik kotak suaranya sudah dilapisi plastik dan ditaruh di wadah yang kedap air. Kita menjamin perlengkapan logistik selama Pilkada 2020 tidak ada yang rusak. Kondisinya relatif cukup aman,” kata dia. Adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here