By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Era New Normal, Mentan: Sektor Pertanian Harus Diperkuat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Era New Normal, Mentan: Sektor Pertanian Harus Diperkuat

Last updated: 27 Juni 2020 20:07 20:07
Jatengdaily.com
Published: 27 Juni 2020 20:07
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menteri Pertanian, (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menilai pengembangan sektor pertanian di era new normal harus diperkuat. Sebab, sektor pertanian harus terus dikembangkan agar pertumbuhan perekonomian di Indonesia bisa terjaga akibat dampak covid-19. 

“Justru dengan pengelolaan lahan pertanian yang baik akan menumbuhkan nilai ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Misal hasil ekspornya lumayan tinggi. Jadi tidak boleh ada orang Semarang, Jateng, dari Sabang sampai Merauke tidak bisa makan karena covid-19,” kata Yasin Limpo saat mendatangi lokasi panen sayur organik di kawasan sayur Organik Merbabu, Kopeng, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6).

Yasin sendiri memuji Kabupaten Semarang lewat pengembangan kawasan Sayur Organik Merbabu yang mampu menjawab tantangan ekonomi masyarakat setempat. Sebab, dengan lahan 10 hektar yang dikelola petani muda mampu mengantongi hasil Rp300 juta per bulan dari hidup bertani. 

“Dikerjakan 25 petani milenial dan mereka rata-rata usia muda dibawah umur 30 tahunan. Bagus itu, patut dicontoh, sebab penghasilannya kurang lebih Rp10 juta per orang per bulan,” ungkapnya.

Adapun budidaya sayuran organik merbabu di Kopeng ini bermacam macam. Bahkan hasil pertanian sudah dilirik investor luar negeri. Perlu diketahui, luas lahan pertanian Kabupaten Semarang mencapai 25 ribu hektar atau hanya 3 persen kurang dari luas lahan Provinsi Jawa Tengah. 

“Harga sayuran yang dihasilkan di sini cukup tinggi hingga Rp 100 ribu per kilogram, bisa dipasarkan secara lokal, dan sekarang merambah pasar online. Ada yang diekspor seperti buncis. Tersedia buah-buahan seperti alpukat dan durian telah sertifikat. Petani kami juga membudidayakan bunga seperti krisan dan ada juga tanaman lain seperti empon-empon dan jahe,” ungkapnya.

Menurut Yasin, Provinsi Jawa Tengah harus menjadi lokomotif nasional dalam memerangi virus Corona. Sebab, dengan keberadaan Corona ini kondisi semua negara di dunia berubah. 

“Jadi semua negara diuji dengan kemampuan negara dan bangsa. Apakah suatu negara bisa menang atau kalah. Satu-satunya yang tidak bisa dikalahkan sumber pertanian yang tidak kena dampak covid-19,” jelasnya.

Sepanjang diolah dengan optimal, sektor pertanian tidak pernah mengenal terdampak krisis. Bahkan, sektor pertanian merupakan penyangga utama ekonomi nasional ketika tengah dihantam krisis monoter pada 1998. “Pertanian sudah teruji mengalahkan krisis. Krisis 1998, sektor pertanian yang menyangga Indonesia,” ungkapnya. Adri-she

You Might Also Like

MSAT Yang Diduga Pelaku Pencabulan Santri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Terancam Pidana 12 Tahun
Viral Video Polisi Saat Menilang, Polda Jateng: Permasalahan Sudah Diselesaikan Kekeluargaan
Lintasan Baru Huruf S untuk Ujian SIM Motor Mulai Diberlakukan
Minimalkan Pemalsuan Dokumen, Wabup Demak Dukung Sosialisasi Sertifikat Tanah Elektronik
Ganggu Ketertiban Umum, Satpol PP Tertibkan PKL dan Persewaan Sepeda Listrik
TAGGED:MentanMenteri pertanian
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?