Ilustrasi kompetisi esports. Foto: Wikipedia

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Setelah berhasil masuk menjadi cabang olahraga (cabor), kini Esports (electronic sports) yang memiliki organisasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBEI) Jateng akan gencar sosialisasikan trik main game agar tidak kecanduan.  Esports sendiri adalah merupakan suatu istilah untuk kompetisi permainan video (red).

Adapun sosialisasi dilakukan dengan sasaran sekolah di Semarang. Sebab, kecanduan game lebih cenderung pola asuh salah terhadap masing-masing anak.

“Harus gencar-gencarnya sosialisasi ke sekolah, komunitas, orangtua. Kita berikan edukasi ke anak-anak sekolah dan parenting juga. Bahwa Esport itu cabang olahraga tapi tidak kecanduan game. Kalau ada kasus, anak kecanduan game itu ada salah asuh pada anak mereka,” kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PBEI) Jateng, Nicodemus Nugrah Widiutomo, Senin (31/8/2020).

Dia menyebut olahraga elektronik atau esport telah ditetapkan sebagai cabor prestasi di Indonesia. Namun, saat ini terdapat tugas berat yang harus dihadapi para atlet esport yang tersebar di seluruh kabupaten kota diantaranya untuk bisa dikembangkan lagi.

“Kendalanya sekarang harus menghadapi dari pola pikir para orangtua. Karena selama ini orangtua menganggap kalau nge-game menghabiskan waktu. Kita lagi gencar mensosialisasikan ke semua masyarakat kalau esport tidak seperti kecanduan,” jelasnya.

Sedangkan program pembinaan atletnya bisa mengarah pada spesialis bermain game setiap atletnya. Adapun caranya membina dengan mendata jumlah atlet yang dapat dipantau dari aplikasi teknologi.

“Biar jumlah atletnya nanti bisa dikembangkan lebih luas. Kita sedang siapkan pembibitan atlet muda di Jateng.Sekarang prosesnya masih berlangsung,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara resmi mengakui esports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia.

Pengakuan ini menandakan bahwa esports dapat ikut dipertandingkan pada kompetisi-kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON.

Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2020 yang berlangsung secara virtual pada 25-27 Agustus 2020. Adri-she