By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Esports Resmi Jadi Cabang Olahraga, PBEI Jateng Sosialisasi Main Game Biar Tak Kecanduan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Esports Resmi Jadi Cabang Olahraga, PBEI Jateng Sosialisasi Main Game Biar Tak Kecanduan

Last updated: 1 September 2020 04:33 04:33
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2020 04:33
Share
Ilustrasi kompetisi esports. Foto: Wikipedia
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Setelah berhasil masuk menjadi cabang olahraga (cabor), kini Esports (electronic sports) yang memiliki organisasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBEI) Jateng akan gencar sosialisasikan trik main game agar tidak kecanduan.  Esports sendiri adalah merupakan suatu istilah untuk kompetisi permainan video (red).

Adapun sosialisasi dilakukan dengan sasaran sekolah di Semarang. Sebab, kecanduan game lebih cenderung pola asuh salah terhadap masing-masing anak.

“Harus gencar-gencarnya sosialisasi ke sekolah, komunitas, orangtua. Kita berikan edukasi ke anak-anak sekolah dan parenting juga. Bahwa Esport itu cabang olahraga tapi tidak kecanduan game. Kalau ada kasus, anak kecanduan game itu ada salah asuh pada anak mereka,” kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PBEI) Jateng, Nicodemus Nugrah Widiutomo, Senin (31/8/2020).

Dia menyebut olahraga elektronik atau esport telah ditetapkan sebagai cabor prestasi di Indonesia. Namun, saat ini terdapat tugas berat yang harus dihadapi para atlet esport yang tersebar di seluruh kabupaten kota diantaranya untuk bisa dikembangkan lagi.

“Kendalanya sekarang harus menghadapi dari pola pikir para orangtua. Karena selama ini orangtua menganggap kalau nge-game menghabiskan waktu. Kita lagi gencar mensosialisasikan ke semua masyarakat kalau esport tidak seperti kecanduan,” jelasnya.

Sedangkan program pembinaan atletnya bisa mengarah pada spesialis bermain game setiap atletnya. Adapun caranya membina dengan mendata jumlah atlet yang dapat dipantau dari aplikasi teknologi.

“Biar jumlah atletnya nanti bisa dikembangkan lebih luas. Kita sedang siapkan pembibitan atlet muda di Jateng.Sekarang prosesnya masih berlangsung,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara resmi mengakui esports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia.

Pengakuan ini menandakan bahwa esports dapat ikut dipertandingkan pada kompetisi-kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON.

Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2020 yang berlangsung secara virtual pada 25-27 Agustus 2020. Adri-she

You Might Also Like

Kolaborasi Pemkot dan BBWS Jaga Kaligawe Tetap Lancar Saat Hujan Deras
Fakultas Psikologi Undip Kuatkan Kolaborasi dengan Universiti Malaysia Terengganu
BKUD akan Rekrut 20 Petugas Pengawas Pajak
SIG Raih 5 Penghargaan di Ajang Nusantara CSR Awards 2022
Jaring Bibit Unggul di Bulutangkis, Djarum Foundation Bangun Polytron Stadium di Undip
TAGGED:esports jadi caborPBEI Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?