By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ganjar: Destinasi Wisata Tidak Patuhi Protokol Kesehatan akan Ditutup
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ganjar: Destinasi Wisata Tidak Patuhi Protokol Kesehatan akan Ditutup

Last updated: 29 September 2020 13:47 13:47
Jatengdaily.com
Published: 29 September 2020 13:47
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengembangkan strategi berwisata di tengah Pandemi Covid-19. Protokol kesehatan menjadi syarat mutlak pembukaan destinasi. Jika tidak bisa menaati, pemerintah tak segan menutup operasional kepariwisataan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat menerima rombongan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), di ruang rapat Kantor Gubernur, Selasa (29/9/2020). Lima belas pewarta dari media daring dan cetak itu, didampingi oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Vinsensius Jemadu.

Ganjar menyebut, destinasi wisata di Jateng yang paling siap menerima pengunjung, sesuai protokol kesehatan adalah Borobudur. Objek wisata tersebut menerapkan protokol ketat dalam menerima wisatawan.

Sebelum dibuka, candi Budha itu juga menerapkan simulasi, dan pembatasan area kunjungan. Hingga kini, jumlah wisatawan yang mengunjungi dibatasi hanya 1.500-3.000 orang. Hal itu karena, pihaknya tidak menginginkan pembukaan destinasi wisata tersebut menjadi klaster penularan Covid-19.

“Yang terpenting itu adalah protokol kesehatan dulu. Di Svarga Bhumi (Magelang) sudah bagus juga, ketika orang datang dibatasi jumlahnya, dikontrol (kesehatannya) ketika wisatawan datang. Pengelola juga mengetahui batasannya. Jika tak bisa ketat memenuhi hal itu (protokol kesehatan), maka ditutup lagi,” ujarnya.

Ganjar menambahkan, penataan tidak hanya dilakukan di objek wisata. Akses dan tempat pendukung di sekitar destinasi juga turut diperhatikan.

“Begitu kita longgarkan, sebagian besar destinasi wisata mengajukan pembukaan. Hanya kita minta ketentuannya sangat ketat. Ketika tidak bisa menaati (protokol kesehatan) ya ditutup lagi,” tegas Ganjar.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Vinsensius Jemadu, menyambut baik langkah evaluasi berkala yang dilakukan Pemprov Jateng. Menurutnya, pembukaan tempat wisata tak bisa mengabaikan protokol kesehatan.

“Pembukaan wisata di Jateng melalui suatu kajian antisipatif. Kalau terjadi sesuatu buka tutup, merupakan strategi menekan Covid dan (memberikan) efek jera kepada pengusaha (yang tidak menaati protokol kesehatan),” paparnya.

Ketua Forwaparekraf Johan Sompotan mengatakan, kunjungannya ke Jateng untuk menilik penerapan wisata di kala pandemi. Menurutnya, wisata di Jawa Tengah banyak yang berskala internasional.

“Borobudur contohnya, adalah destinasi wisata superprioritas. Nah, maka dari itu kami akan melihat penerapannya sesuai dengan prosedur kesehatan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, berdasarkan dara Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, hingga Agustus 2020 jumlah wisatawan nusantara mencapai 9.147.277 orang. Sementara, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 99.249 orang.

Adapun, primadona destinasi wisata di Jateng adalah Candi Borobudur, Candi Mendut dan Pawon di Magelang, Candi Prambanan di Klaten. Adapula Destinasi Kota Lama dan Lawang Sewu di Semarang, serta Taman Balekambang di Surakarta. she

You Might Also Like

1.100 Pegawai PPSDM Migas dan PEM Akamigas Divaksin
Kota Semarang Dinilai Miliki Peluang untuk Pengembangan Industri Otomotif
Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai 28 Maret, Kapolri Dirikan 2.835 Posko
Prodi TRKP Sekolah Vokasi Undip Cetak Tenaga Profesional lewat Pelatihan Pengelasan
Warga Alami Krisis Air Bersih, PMI Bantu Dropping
TAGGED:Ganjar Pranowo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?