LAMPUNG SELATAN (Jatengdaily.com) – Hari santri nasional menjadi momen yang paling dinantikan oleh seluruh santri Indonesia. Di mana hari santri merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia terkhusus para santri yang diperingati pada tanggal 22 Oktober 2020.
Dengan tujuan untuk mengenalkan dan mengingkat kembali sejarah para santri yang berjuang merebut kemerdekaan dan kala itu tercetusnya “Resolusi Jihad”yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Untuk memeriahkan hari bersejarah ini berbagai pihak baik masyarakat hingga instansi tertinggi beramai-ramai menggelar kegiatan memperingati hari satri nasional, tak terkecuali Puspa Dewi Fitriyani salah satu mahasiswi peserta KKN RDR UIN Walisongo Semarang yang mengadakan “Gebyar Festival Hari Santri Nasional 2020” Sabtu-Minggu (24-25/10) di Gedung TPQ Raudlotul Hidayah desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh pimpinan TPQ Rauldotul Hidayah, Miswandi dan beberapa dewan asatizdah yang juga ikut serta hadir. Dalam sambutannya Miswandi menyampaikan ikut senang dan turun serta dalam kegiatan gebyar hari santri ini yang diadakan oleh mahasiswa KKN.
“Mari kita semarakkan kegiatan gebyar hari santri ini dengan penuh semangat dan semoga kita mendapatkan keberkahan dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Dalam acara tersebut diikuti kurang lebih 60 peserta dan juga dihadiri orangtua wali santri menyaksikan anak anaknya mengikuti perlombaan seperti lomba Membaca Alquran, mengfahal juz amma, lomba azan, lomba mewarnai kaligrafi dan lomba menghafal doa sehari-hari anak- anak.
Nia, sebagai peserta lomba mengaji Alquran juara 2 yang awalnya merasa grogi dan malu untuk tambil di depan umum berpegang microfon dengan melantunkan syair-syair indah Alquran namun ia merasa senang dan lega ketika sudah tampil.
“Saya senang sekali yang awalnya grogi dan takut karena tampil didepan apalgi smabil memegang mic, tapi alhamdulillah juga saya tidak percaya bisa mendapatkan juara ini. Dan semoga harapanya bisa ada lomba-lomba lagi seperti ini,”ungkap Nia.
Para asatizdah juga merasa senang dengan kegiatan ini karena sebelumnya belum ada mahasiswa KKN yang mengadakan gebyar memperingati Hari Santri ini. “Iya mba saya senang bisa ada kegiatan seperti ini, apalagi juga bisa melatih mental anak-anak untuk tampil di depan umum,” ungkap Umi Nurul salah satu pengajar di TPQ Rauldotul Hidayah.
Penulis: Puspa Dewi Fitriyani-yds


