By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gempa Pacitan M 5.1 Terasa hingga Wonogiri
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gempa Pacitan M 5.1 Terasa hingga Wonogiri

Last updated: 10 September 2020 20:01 20:01
Jatengdaily.com
Published: 10 September 2020 20:01
Share
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa magnitudo 5,1 terjadi pada Kamis (10/9/2020), pukul 15.27 WIB. Sebagian warga Pacitan, Jawa Timur merasakan getaran lemah saat gempa tersebut terjadi. Gempa juga dirasakan hingga Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jatimenyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan melaporkan kepada Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB bahwa gempa dengan M5,1 hanya dirasakan sebagian warganya. Sedangkan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, BPBD setempat memantau warga tidak merasakan getaran apa pun.

“BMKG merilis gempa M5,1 terjadi pada kedalaman 31 km. Pusat gempa berada di 63 km barat daya Pacitan, Jawa Timur. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tidak memicu terjadinya tsunami. Dilihat dari guncangan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah seperti Wonogiri, Bantul Pacitan, Trenggalek, Magetan, Nganjuk dan Sawahan pada II – III MMI,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Pacitan berada pada tingkat risiko bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Sedangkan melihat populasi penduduk, sekitar 181.224 jiwa di 10 kecamatan tersebut terpapar potensi bahaya gempa bumi. Luas wilayah berada pada risiko dengan tingkat sedang hingga tinggi mencapai 64.538 hektar.

Wilayah Pacitan juga memiliki potensi ancaman bahaya tsunami. Dilihat dari analisis InaRISK, pacintan memiliki 7 kecamatan dengan potensi sedang hingga tinggi. Populasi terpapar potensi bahaya tsunami di sejumlah kecamatan mencapai 9.965 jiwa.

Kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami diperlukan. Hal tersebut dikarenakan belum ada teknologi yang mampu untuk mendeteksi waktu gempa akan terjadi. Sedangkan tsunami, informasi yang dapat dimonitor berdasarkan hasil pemodelan.

Terkait dengan potensi tsunami di wilayah Pacitan, seorang peneliti dari Brigham Young University Profesor Ron Harris melakukan kajian paleotsunami atau tsunami purba beberapa tahun lalu. Berdasarkan kajian yang melibatkan para peneliti dan juga BPBD setempat, ia pun menciptakan pendekatan yang mudah diingat. Ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman tsunami di kawasan itu. Pendekatan itu berupa jargon 20-20-20.

Angka itu bukan sekadar angka yang kemudian muncul begitu saja. Namun angka ini berdasarkan kalkulasi sainstifik yang memperhitungkan durasi gempa yang terjadi, kecepatan tsunami dan wilayah evakuasi aman.

Makna 20-20-20 merujuk pada kejadian gempa yang terjadi sekitar 20 detik, warga memiliki waktu 20 menit untuk melakukan evakuasi pada ketinggian 20 meter. Namun Ron menyampaikan bahwa gagasan terhadap pesan itu harus adaptable dengan konteks wilayah, seperti di Ambon 20-10-20 dan di Bali 20-20-10. yds

You Might Also Like

Produk Berbasis Sampah Ramaikan Peringatan Hari Bumi 2023
Sebanyak 83 Kontingen Meriahkan Karnaval Kemerdekaan RI di Demak
Dana Pribadi Presiden Prabowo untuk Uji Coba Makan Bergizi Gratis tidak Masalah
Ratusan Rekening Panji Gumilang Dibekukan
Usung Konsep ‘Your Everyday Vehicle’, Wuling New Air EV Sematkan Warna Interior Baru
TAGGED:bmkgbnpbgempa pacitan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?