By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Getaran Lemah Dirasakan Warga Mataram saat Gempa M6,9
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Getaran Lemah Dirasakan Warga Mataram saat Gempa M6,9

Last updated: 21 Agustus 2020 16:20 16:20
Jatengdaily.com
Published: 21 Agustus 2020 16:20
Share
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, NTB, melaporkan warganya merasakan getaran lemah saat gempa M6,9 terjadi di sekitar Laut Banda pagi tadi, Jumat (21/8), pukul 11.09 WIB. Warga setempat merasakan gempa selama 1 hingga 2 detik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebutkan, BPBD Kota Mataram mencatat sejauh ini tidak ada laporan terkait dampak dari gempa. Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram Andi mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya.

Sedangkan BPBD Kabupaten Sumbawa di NTB, warga merasakan getaran lemah dan tidak panik saat gempa terjadi. BPBD Kabupaten juga mencatat tidak ada laporan dampak dari kecamatan dan desa.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Flores Timur Lenny menginformasikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya. Sejauh ini tidak ada laporan dampak dari mereka. Warga Larantuka, Flores Timur, NTT tidak merasakan getaran saat gempa terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa bumi pada Jumat (21/8/2020), pukul 11.09 WIB di wilayah Laut Banda. Gempa tektonik dengan magnitudo M 6,9 berlokasi di laut pada jarak 165 km tenggara Buton, Selatan Sulawesi Tenggara pada kedalaman 586 km. BMKG menginformasikan berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG menganalisis berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut disebabkan adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (Normal Fault),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono pada Jumat (21/8) melalui pesan digital.

Ia menambahkan hingga pukul 11.50 WIB terjadi satu aktivitas gempa susulan. Gempa susulan atau aftershock tersebut berkekuatan M5,0.

BMKG menganalisis bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Waingapu dan Wakatobi III-IV MMI, Mataram, Sumbawa Besar III MMI, Kota Bima, Ende, Ruteng, Kairatu, Banda II-III MMI, Tambolaka, Kendari, Kupang, Ternate dan Alor II MMI. yds

You Might Also Like

RUPST Telkom Tahun Buku 2022, Telkomsel Fokus Perkuat Bisnis Broadband TelkomGroup
Kelelawar Sejak Lama Sudah Dikonsumsi Manusia
Vaksin Kedua, Dua Pemain PSIS Akui Lega
Polda Metro Segera Lengkapi Berkas Firli Bahuri
Kedubes Jepang Kunjungi Fasilitas Pengolahan Limbah jadi Bahan Bakar Alternatif di SBI Pabrik Narogong
TAGGED:bmkgbnpbgempamataram
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?