By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Guguran Lava Merapi Masih Material Lama
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Guguran Lava Merapi Masih Material Lama

Last updated: 15 November 2020 17:35 17:35
Jatengdaily.com
Published: 15 November 2020 17:35
Share
Puncak Gunung Merapi dari Selo, Kabupaten Boyolali. Foto: yanuar
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, Gunung Merapi mengalami 39 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Sabtu (14/11/2020) mulai pukul 00:00-24:00 WIB.

Hasil pengamatan BPPTKG juga terdengar suara guguran lava sebanyak enam kali dengan suara lemah hingga sedang. Laju rata-rata deformasi EDM Babadan 12 centimeter per hari.

Sedangkan kegempaan, 39 guguran, 3 low frequency, 306 hybrid/fase banyak, 43 gempa vulkanik dangkal, 2 tektonik dan 63 hembusan. Asap putih intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian 50 meter di atas puncak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan bahwa tingginya aktivitas vulkanik Gunung Merapi tidak ada kenaikan yang signifikan. “Kondisinya stabil tetapi tinggi,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (13/11/2020)

Ia menambahkan bahwa guguran lava yang sudah agak jauh. Beberapa kali terjadi guguran di sisi barat dan barat laut. Guguran sempat terpantai dengan jangkauan beragam, 1 km, 2 km dan 3 km.

“Ada desakan magma dari dalam sehingga terjadinya material di puncak tidak stabil. Saat ini lava yang gugur adalah material lama, sisa erupsi yang lama. Lava yang baru belum muncul,” kata Hanik.

Perkembangan data per 14 November 2020, pukul 15.00 WIB, data warga kelompok rentan yang telah dievakuasi berjumlah 1.558 jiwa. Jumlah warga dievakuasi terbesar di Kabupaten Magelang 814 jiwa, Klaten 307, Boyolali 253 dan Sleman 184. Hewan ternak yang telah dievakuasi berjumlah 3.066 jiwa, dengan rincian di Kabupaten Boyolali berjumlah 2.874 ekor, Klaten 113 dan Sleman 79. yds

You Might Also Like

Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Serangan Drone AS di Afghanistan
Satupena Jawa Tengah Gelar Parade Baca Puisi Kebangsaan
Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart di Jawa Tengah
Satu-satunya Perusahaan Indonesia, Telkom Kembali Masuk Jajaran Brand Finance Global 500
Ramadan Penuh Makna: Dari Refleksi Spiritual ke Aksi Digital, Indosat Ajak Anak Muda Pilih yang Bijak dan Berbuah Berkah
TAGGED:bpptkgguguran lava merapigunung merapi siagamaterial gunung merapi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?