SEMARANG -(Jatengdaily.com) – ayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, kemarin membagikan 800 paket sembako kepada masyarakat yang terkena dampak covid-19. Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baiturrahman Musyadad Masykur menjelaskan, untuk tahap pertama menghadapi bulan suci Ramadan, pihaknya membagikan 800 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak covid-19. ‘’Mudah-mudahan di bulan suci Ramadan kami juga membagikan bantuan kepada warga masyarakat, seperti karyawan, pedagang kaki lima, ojek online, tukang becak, fakir miskin dan lain-lain,’’ kata Musyadad.
Penyerahan sembako disampaikan oleh Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Dr KH Ahmad Darodji, Sekretaris Umum H Nawawi, Ketua I KH Anashom, Sekretaris H Sarjuli dan Ketua Bidang Ketakmiran Dr H Multazam.
Para penerima semuanya menggunakan masker, duduknya dibuat renggang dan sebelumnya mencuci tangan menggunakan handsanitizer.
Dr KH Ahmad Darodji MSi yang juga Ketua Umum MUI Jateng mengingatkan memasuki bulan suci Ramadan umat Islam tetap wajib menjalankan puasa Ramadan. ‘’Bulan Suci Ramadan tetap puasa, tetap menjalankan tarawih, tetap tadarus Alquran. Yang dilarang adalah berkerumun atau berkumpulnya banyak orang karena penularan virus Corona (covid-19) antara lain melalui berkumpulnya banyak orang. Kita umat Islam wajib bergotong royong memutus mata rantai rantai penyebaran covid-19 dengan tidak berkumpul banyak orang, tidak bersalaman dan selalu menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun,’’ tegas Kiai Darodji.
Menurutnya covid-19 merupakan peristiwa luar biasa yang tidak diduga dan diperkirakan sebelumnya. ‘’Jangan ikut-ikutan dengan pernyataan yang tidak benar, misalnya gak usah takur Korona karena yang kita takuti hanya Allah swt. Kita tidak takut, tetapi ikhtiar mencegah kemadlaratan supaya pandemik covid-19 segera berakhir hukumnya wajib,’’ katanya.
Dia merasakan akibat larangan berkumpul banyak orang berdampak pada kegiatan ekonomi di masyarakat. Tukang cukur rambut mengeluh, tukang pijat mengeluh, tukang becak mengeluh, pedagang kaki lima mengeluh dan sector-sektor lain juga mengalami nasib yang sama. Pemerintah dan kita semua tergerak untuk membantu umat mengatasi kelesuan ekonomi akibat dampak covid-19 tersebut. st


