Suasana stasiun Tawang sepi. Foto: Jatengdaily.com/ humas Daop 4

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Dengan sudah dibatalkannya 15 perjalanan kereta api (KA) mulai awal April, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di Indonesia ini.

Banyak wilayah yang sudah menerapkan isolasi mandiri di daerahnya, sehingga berdampak pula pada okupansi Kereta Api.

Bahkan Kepala Daerah ada yang sudah melayangkan surat kepada Direktur Utama PT KAI (Persero) untuk tidak mengoperasikan kereta api (KA)-nya ke wilayah tertentu. Tentu saja hal ini menjadi salah satu faktor penting untuk mengambil langkah dalam pembatalan suatu KA oleh pihak PT KAI.

Demikian dikatakan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro dalam rilisnya, Minggu (5/4/2020).

Diharapkan para Kepala Daerah yang berada di wilayah kerja Daop 4 Semarang mulai dari Tegal hingga Cepu, juga ke arah selatan sampai dengan Gundih, dapat juga melayangkan surat kepada PT KAI terkait pembatasan mobilitas / arus orang yang masuk di wilayahnya melalui transportasi Kereta Api.

Sedangkan Direksi PT KAI (Persero) meneruskan arahan dari Presiden dan Menko Kemaritiman & Investasi RI, dalam rapat terbatasnya, bahwa, tidak ada larangan untuk mudik, tetapi orang yang mudik berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP). ”Hal ini tentu akan menjadi perhatian kita bersama dalam mensikapinya,” jelasnya.

Juga adanya pembatasan okupansi KA maksimal 50% dalam rangka physical distancing atau menjaga jarak, dengan sistem blok seat pada pengaturannya.

Hal physical distancing ini berlaku juga meskipun ada hubungan sebagai pasangan, saudara ataupun keluarga. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here