By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: LPPM ITB Semarang Mitra UNICEF Penanganan ATS di Brebes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

LPPM ITB Semarang Mitra UNICEF Penanganan ATS di Brebes

Last updated: 29 Juli 2020 12:08 12:08
Jatengdaily.com
Published: 29 Juli 2020 11:00
Share
SHARE

BREBES (Jatengdaily.com)- Peran perguruan tinggi (PT) dalam melakukan tugas sebagai pusat pendidikan, pusat kajian penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat sangat penting untuk memberikan dampak kentara bagi daerah.

Terlebih saat ini secara global perubahan terlihat dalam bentuk berkembangnya masyarakat informasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga penguasaan ilmu pengetahuan oleh individu dan organisasi akan menjadi prasyarat dan modal dasar dalam upaya pengembangan diri dan organisasi dalam berkompetitif.

”Perguruan tinggi harus menjadi tempat menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmu pengetahuan. Seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat kekuatan moral, dan sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa,” papar Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB Semarang Dr Jasman Hendratno MSi, dalam rilisnya, Rabu (29/7/2020).

Untuk mewujudkan fungsi dan peran perguruan tinggi, menurutnya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB Semarang di tahun 2020 mendapatkan kepercayaan sebagai mitra dari Lembaga International yang fokus pada anak-anak yaitu UNICEF.

Kepercayaan ini menjadi modal utama dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. Fokus dari kerjasama dengan lokus daerah di Kabupaten Brebes untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) dimana Kabupaten Brebes dijadikan sebagai satu Kabupaten percontohan nasional dalam upaya pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) ke sekolah.

Periodisasi kerjasama di tahun terakhir ini menjadi sebuah momentum penting bagi Kabupaten lokus program terutama di Brebes, karena rintisan awal hingga proses akhir program harus memiliki dampak yang signifikan atas apa yang sudah dilakukan dan harus didokumentasikan secara menyeluruh.

Sehingga kerja berbasis bukti benar-benar dipertanggungjawabkan, dan bisa memberikan manfaat kepada Kab/Kota yang lainnya, disaat mereka ingin meniru, dan menduplikasi langkah-langkah program yang sudah dilakukan, termasuk tetap memberikan ruang inovasi pendidikan yang nantinya bisa di replikasikan atas kerjasama yang sudah dilakukan.

Sementara itu, sebagai leader kerjasama UNICEF-ITB Semarang-Pemkab Brebes menuruntya, betapa pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi kuat bagi siapapun yang belajar.

Pasalnya pendidikan karakter itu tumbuh di sebuah lingkungann keluarga yang baik, warga belajar harus mendapatkan pendidikan semua, terlebih lagi jika ada anak tidak sekolah di satu daerah, kemudian mereka tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan, maka disinilah betapa pentignya kehadiran semua komponen untuk secara cepat, dan sigap melakukan upaya pengembalian anak tidak sekolah ke jenjang pendidikan formal atau non formal, dan ini bagian dari mendidik generasi yang berkualitas.

Jasman menambahkan, bahwa belajar pendidikan tak kenal usia, belajar sepanjang hayat, Pendidikan bisa merubah kesejahteraan bagi seseorang, semakin berkualitas pendidikan maka bisa memutus mata rantai kemiskinan.

Di sinilah ITB Semarang juga menginisiasi program tuntas mentas, yaitu sebuah program yang sengaja digagas oleh Perguruan tinggi ITB semarang dalam memberikan komitmennya untuk program khusus, maksudnya khusus adalah Pendidikan tuntas mentas utamanya bagi golongan menengah ke bawah untuk kuliah dan bekerja bisa menjadi magnit daya tarik bagi ATS untuk semangat kembali bersekolah.

Kerjasama kemitraan yang dilakukan oleh UNICEF kepada Brebes dengan melibatkan LPPM ITB Semarang meliputi sejumlah aspek. Diantaranya penguatan kelembagaan GKB melalui pertemuan rapat koordinasi di tingkat kabupaten. Kegiatan ini untuk memperkuat tim di level Kabupaten, termasuk penyebarluasan informasi, updating kegiatan apa yang sudah dilakukan, dan folllow up apa saja yang perlu di kembangkan.

Juga pendampingan RAD PATS di Kabupaten Brebes. Dari sini, dapat mengukur keberhasilan intervensi penanganan PATS di Kabupaten Brebes melalui implementasi kewenangan program yang sudah ditetapkan, agar aspek kesinambungan program tetap dijalankan.

Workshop replikasi model pendidikan universal bagi anak di desa. Ini meliputi pemberian peningkatan kapasitas kepada 10 Desa replikasi dalam memberikan pemahaman tentang Pendidikan Universal bagi anak di Desa, komitmen regulasi yang kuat, dukungan penganggaran desa, inovasi desa.

Ada juga monitoring kegiatan GKB di 14 desa sasaran berupa intervensi dan replikasi untuk memantau secara langsung pelaksanaan GKB di desa sasaran, dengan mengisi instrumen monitoring GKB.

Juga Magang Desa Replikasi di Desa Intervensi pendidikan untuk semua sebagai komitmen kuat bagi tim desa agar mau ATM (amati, tiru, dan modifikasi ) sehingga saat mau mereplikasi bisa belajar dilapangan di desa.

Hal lainnya adalah peningkatan kapasitas pengurus FMPP dan Tim PU Desa di 14 Desa sasaran dengan memberikan bekal yang cukup kepada para pengurus PU dan FMPP agar memahami tugas dan kewajiban sebagai pengurus dan tahu mekanisme dalam bekerja.

Pendampingan penyusunan RAD pendidikan untuk semua yang memfasilitasi penyusunan dokumentasi RAD Pendidikan Untuk Semua di 10 Desa Replikasi sesuai dengan sistematika penyusunan yang sudah disiapkan.

Dan yang lainnya adalah rekonfirmasi ATS di 14 desa sasaran. Tujuannya memastikan bahwa di desa sasaran ada ATS yang dikembalikan setiap tahunnya, mencatat dan mendokumentasikan data ATS sebagai tolak ukur atas keberhasilan sesuai dengan baseline data yang ada. she

You Might Also Like

Arab Saudi Hapus Keharusan Karantina dan PCR bagi Jamaah Umrah
Misi Kemanusiaan Polri, Berhasil Pulangkan 564 WNI dari Thailand dan Myanmar Korban Online Scamming
Geledah Rumah Pelaku Kejahatan Seksual dengan Korban 31 Orang di Jepara, Polisi Dapat Temuan Mengejutkan
Hasil Survei Kanigoro Network Istri Ganjar Masuk Bursa Cawagub Jateng
Perkuat Kerjasama, Sekolah Vokasi Undip dan Sekolah Vokasi IPB Bahas MBKM
TAGGED:ATS BrebesITB SemarangMitra Unicef
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?