By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Masa Depan Pondok Pesantren di Pulau Dewata Selama Pandemi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masa Depan Pondok Pesantren di Pulau Dewata Selama Pandemi

Last updated: 26 Oktober 2020 16:53 16:53
Jatengdaily.com
Published: 26 Oktober 2020 16:53
Share
Bincang-bincang mahasiswa KKN UIN Walisongo dengan Ketua INSANI (Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Jembrana Bali. Foto: dok
SHARE

BALI (Jatengdaily.com) – Mengangkat tema “Masa Depan Santri dan Alumni sebagai Minoritas di Pulau Dewata setelah Pandemi”, Mahasiswa KKN Reguler DR UIN Walisongo Semarang mengadakan “Bincang-bincang Santai“ dengan Ketua INSANI (Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Jembrana Bali), Senin (26/10/2020), Nizar Ahmad.

Acara yang diselenggarakan menggunakan fitur Instagram Live ini berjalan selama lebih dari satu jam. Nizar Ahmad menyampaikan bahwa saat pandemi seperti ini dan dalam memperingati Hari Santri 2020, menjadi peluang santri untuk mengasah keahlian dan keilmuannya.

“Selama Pandemi, para santri tidak berhenti mengaji, walaupun sekolahnya dari rumah, kegiatan mengaji tetap berjalan dan para santri juga cukup lumayan banyak yang tetap berada di pesantren”, ungkapnya.

Pada Live Instagram tersebut, Nizar juga menjelaskan bagaimana peran dan posisi pondok pesantren yang berada di tengah masyarakat Hindu. “Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (Nuris) ini sangat memiliki peran yang sangat penting di masyarakat. Karena kita langsung bersinggungan dengan masyarakat Hindu. Jadi kita sangat toleran dan akrab. Karena memang ajaran agama kita seperti itu,” ungkapnya.

Pada acara ini diharapkan pula para santri dan alumni harus bisa berperan. Karena Nizar juga menyampaikan bahwa pengasuh pondok memiliki harapan yang besar kepada para santri dan alumni, untuk sama-sama memajukan dan mengembangkan pondok pesantren yang sudah memiiki lebih dari 400 santri ini.

“Pengasuh berharap kepada santri dan khususnya kepada alumni untuk bisa kembali ke pondok setelah mengenyam pendidikan di perkuliahan nanti. Karena para alumni diharapkan bisa menyalurkan ilmunya kepada adik-adik santri yang sedang belajar”.

Nizar menyampaikan, untuk meningkatkan sumber daya manusia pondok pesantren, ia merencanakan untuk membuat program Alumni Mengabdi, harapannya para alumni bisa memberikan kontribusi sekaligus menjadi media latihan sebelum terjun ke masyarakat langsung.

“Saya kemarin mendapatkan saran dan sudah didiskusikan dengan pengasuh untuk membuat program Alumni Mengabdi. Usulan ini sangat menarik dan tentu harus segera direalisasikan agar pondok pesantren tercinta kita ini semakin maju dan dikenal secara luas”, tutup Nizar Ahmad.
Penulis : Efri Arsyad Rizal-yds

You Might Also Like

Film Road to Resilience dan Buku Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah Diputar dan Dibedah di Semarang
Kongres Biasa, Asprov PSSI Jateng Setujui Empat Klub Baru
Warga Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan
D III Akuntansi Unissula Terakreditasi Unggul
Ganjar Terima Kenangan Replika Tongkat Uskup Agung, Sarat Makna Kepemimpinan
TAGGED:COVID-19kkn uin walisongoponpes di bali
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?