By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Memasuki Usia 50 Tahun, STIEPARI Siap Jadi Universitas Pariwisata
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Memasuki Usia 50 Tahun, STIEPARI Siap Jadi Universitas Pariwisata

Last updated: 20 November 2020 12:10 12:10
Jatengdaily.com
Published: 20 November 2020 12:00
Share
Ketua Pembina Yayasan Triviaca STIEPARI Prof Dr Dr Soetomo WE, menyerahkan potongan tumpeng ke Ketua STIEPARI Semarang Dr Samtono SE MSi. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Bertepatan dengan Syukuran Tahun Emas Ke 50 tahun-nya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI), Semarang, meluncurkan TV Budaya STIEPARI, Jumat (20/11/2020).

Juga peluncuran buku bertajuk Perjalanan AKPARI-STIEPARI, karya Pembina Yayasan Triviaca STIEPARI Prof Dr Dr Soetomo WE, yang juga pengagas berdirinya AKPARI pada tahun 1970. Dalam acara yang berlangsung di kampus STIEPARI Kawasan Bendan Ngisor, Semarang ini, hadir sejumlah civitas akademika STIEPARI, dengan ditandai pemotongan tumpeng.

Ketua STIEPARI Dr Samtono SE MSi dalam sambutannya mengatakan sangat prihatin dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Oleh karena itu, diharapkan civitas akademika bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

‘’Meskipun begitu, kita harus terus berkarya. STIEPARI sudah setengah abad dalam melakukan perjuangan membangun kemitraan dan  membangun pendidikan kepariwisataan. Betapa susahnya waktu itu, tapi karena komitmen, kita bisa sampai saat ini. Masih banyak kendala, hambatan dan kekurangan. Ada delapan indikator dalam menjalankan Kampus Merdeka. Termasuk menyediakan jumlah tenaga dosen, yang bergelar Doktor sesuai dengan jumlah minimal yang ditetapkan pemerintah,’’ jelasnya.

Sedangkan target yang tengah dibidik saat ini adalah perubahan diri menjadi Universitas Pariwisata. ‘’Kami sedang mempersiapkan  diri menjadi Universitas, sehingga nantinya akan menambah program studi baru. Maka, kita harus menyiapkan 16 Doktor lagi untuk bisa menjadi Universitas, sebagai salah satu prasarat,’’ jelasnya.

Menjadi Universitas menurutnya, adalah suatu keharusan. Sedangkan dalam menghadapi tantangan, di tengah era globalisasi dan Revolusi Industri 4,0, pihaknya terus melakukan sejumlah terobosan. Selain Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang unggul, juga menyiapkan kurikulum yang mengikuti perkembangan jaman.

‘’Hal itu jadi tantangan, kita akan merombak kurikulum sesuai tuntutan globalisasi dan Revolusi Industri 4,0, sehingga lulusan kami mudah diterima pangsa kerja. Kurikulum tersebut diantaranya harus menyesuaikan dengan dunia usaha dan industri. Dosen harus paham situasi dan kondisi yang dibutuhkan saat ini, dalam artian tak hanya menguasai materi,’’ jelasnya.

Hadir juga dalam kesempatan ini, Ketua Pembina Yayasan Triviaca STIEPARI Prof Dr Dr Soetomo WE, Ketua Pengurus Yayasan Tri Viaca Pembina STIEPARI, Prof Dr Y Sutomo MM yang diwakili Sekretaris Mengku Marhendi, dan Ketua Ikatan Alumni  (IKAPARI ) Joko Yuni Iswanto.

Mengku Marhendi mengatakan, dalam usia 50 tahun, STIEPARI harus bisa melakukan Rrefleksi masa lalu, saat ini dan ke depan.  ‘’Dulu awal berdiri, hanya ada dua jurusan D3 Perhotelan dan Bina Wisata, dan kini telah tumbuh, berkembang dan memiliki reputasi yang bagus. Dulu, dari AKPARI (Akademi Pariwisata), kemudian 28 September 1995 berubah menjadi STIEPARI, dan banyak diminati masyarakat sebagai jujukan kuliah. Ke depan, semoga bisa menjadi Universitas Pariwisata. Karena dengan berubah menjadi universitas akan lebih mudah membuka prodi baru yang dimininati pasar,’’ jelasnya.  

Sedangkan Prof Dr Dr Soetomo WE dalam kesempatan ini banyak bercerita terkait dengan perkembangan STIEPARI yang dulunya pada awal berdiri bernama AKPARI dan suka duka perkembangan STIEPARI. Semua itu juga tertuang dalam  buku bertajuk Perjalanan AKPARI-STIEPARI yang dilaunching tersebut. She

You Might Also Like

Pemprov Jateng Perketat Perbatasan dan Siapkan Vaksin untuk Antisipasi Anthraks
Libur Maulid Nabi, Pertamina Patra Niaga JBT Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG di Jateng dan DIY
Blusukan di Kemayoran, Atikoh Ganjar Ikut Senam Bareng Bikin Warga Heboh
Tekan Kasus Keswa, Puskesmas Wonosalam I Lakukan Kunjungan Rumah
Kemlu Imbau WNI di Amerika Ketahui Hak Hukum Hadapi Penindakan Imigran di Era Presiden Donald Trump
TAGGED:stiepari 50 tahun emasstiepari semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?