Polisi meringkus Susanto (32), warga asal Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, Jawa Tengah atas perkosaan dan perampokan. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Polisi meringkus Susanto (32), warga asal Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, Jawa Tengah atas perkosaan dan perampokan.

Susanto tega merampok dan memperkosa SK (23 tahun) perempuan asal Brebes. Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai agen penyalur kerja agar korban tertarik dan mau bertemu. Hal ini terungkap dalam gelar perkara, Senin (3/2/2020) yang digelar Polrestabes Semarang.

Menurut Kepala Satuan Resor Kriminal, Polrestabes Semarang, Asep Mauludin  pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan tersebut, menggunakan jejaring media sosial Facebook atau FB untuk menggaet korban. Kemudian pelaku mengajak berkenalan dan menawarkan sebuah pekerjaan, dengan mengaku sebagai agen penyalur kerja.

“Pelaku menawarkan pekerjaan pada korban sebagai pembantu rumah tangga. Akhirnya korban tertarik dan mau bertemu. Setelah bertemu pelaku mulai melancarkan aksinya,” ujar Asep saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin 3 Januari 2020.

Asep menjelaskan, kejadian pemerkosaan dan perampokan terjadi pada Kamis, 27 Januari 2020 lalu. Pelaku membujuk rayu korban agar mau datang dan bertemu di kawasan Kota Lama. Dengan menggunakan motor korban, kedunya berputar putar dan akhirnya menuju kawasan Kalibaru, Semarang Utara sekitar pukul 18.00 WIB.

“Pelaku melakukan aksi pemerkosaan di rumah kosong. Korban diancam menggunakan senjata tajam. Tanganya diikat dan kepala korban sempat dibenturkan tembok sebelum pelaku menodai dan mengambil barang milik korban,” jelas Asep.

Dalam keadaan terikat korban berhasil melarikan diri dan teriak minta tolong kepada warga sekitar. Sedangkan pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor korban dan membawa beberapa barang milik korban seperti handphone dan sejumlah uang. “Tersangka berhasil tertangkap pada Jum’at, 31 Januari 2020 setelah melarikan diri ke Jawa Barat, di Kab Karawang tepatnya,” ungkap Asep.

Sementara menurut keterangan Susanto, ia menggaet korban menggunakan akun Facebook palsu dengan foto profil perempuan. Kemudian setelah berkenalan lewat FB, ia melanjutkan percakapannya melalui aplikasi WhatsApp.

“Dalam waktu satu minggu, dia (korban) tertarik karena saya tawari kerja sebagai PRT dengan gaji 1,5 juta,” ujar Susanto sambil tertunduk lesu.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik dan luka akibat pemerkosaan. Saat ini, pelaku mendekam di Polrestabes Semarang. Pelaku juga dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 365 KUHP terkait pencurian disertai kekerasan dengan hukuman penjara 9 tahun dan pasal 285 KUHP terkait pemerkosaan dengan hukuman 12 tahun penjara. Adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here