By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mengolah Sampah dengan Budi Daya Maggot
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mengolah Sampah dengan Budi Daya Maggot

Last updated: 2 November 2020 18:42 18:42
Jatengdaily.com
Published: 2 November 2020 18:42
Share
Maggot, hewan yang sangat efektif mengurai sampah organik dibudidayakan warga Desa Kalisapu, Kabupaten Tegal. Foto: dok
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com) – Divisi keilmuan kelompok 115 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah 75 Universitas Islam Negeri Walisongo (KKN RDR 75 UIN Walisongo) mengadakan kunjungan ke budi daya maggot di Desa Kalisapu, Kabupaten Tegal Minggu (1/11/2020)

Darmono, selaku perintis budi daya maggot di Desa Kalisapu menyatakan bahwa sampah organik merupakan sampah yang paling bermasalah.

“Sampah organik kan paling bermasalah, dibiarkan 1-2 hari sudah timbul baunya dan lalatnya itu. Dan setelah ada maggot semua terselesaikan, bahkan sampah yang tadinya bingung mau dibuang ke mana, sekarang malah jadi berkah dan jadi peluang usaha sendiri. Konsep kita kan mengolah sampah jadi berkah,” tuturnya.

Darmono juga menjelaskan mengenai budi daya maggot mulai dari siklusnya sampai proses panennya. Awal mula dia merintis budi daya ini dirangkul oleh kelompok BSF Tegal dan digandeng oleh Hj. Bariroh, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

“Maggot ini merupakan hewan yang sangat efektif dalam mengurai sampah organik. Di mana dia akan menghabiskan semuanya dengan cara menghisap cairan yang terdapat di dalam sampah organik menggunakan pipetnya. Setelah diteliti ternyata maggot memiliki kandungan protein yang sangat tinggi mencapai 55 % dan sangat baik untuk pakan lele, pakan ayam, dan pakan burung. Selain itu sisa sampah organik yang sudah kering hasil penguraian ini juga bisa dijadikan pupuk dan bagus sekali untuk tanaman,” tambahnya.

Darmono mengungkapkan untuk mengawali program budi daya maggot ini perlu adanya sosialisasi terlebih dahulu mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Setiap rumah sudah bisa memilah sampah organik dan non organik, itu saja sudah termasuk bangus banget,” jelasnya.

Salah satu anggota divisi keilmuan, Farida menyatakan tujuan mengadakan kunjungan ke budi daya maggot untuk melihat langsung bagaimana proses budi daya tersebut sekaligus mini riset mengenai teologi lingkungan melalui bank sampah. Mengingat budi daya maggot ini merupakan salah satu program dari bank sampah (sampah organik) yang sudah berjalan di desa-desa tertentu di Kabupaten Tegal.
Penulis: Farida Fasha-yds

You Might Also Like

SBI Bagikan Hewan Kurban di Tujuh Kelurahan
Ingat, Faskes Jangan Menolak Lansia Menerima Vaksin Kedua
Fokus Pembangunan Desa Melalui Program FMM, PT Semen Gresik Salurkan Rp 800.000.000 di Desa Pasucen Rembang
Atasi Dampak Corona, Jateng Siapkan Rp 1,4 Triliun
Tanpa Perlawanan, Marquez Juara MotoGP Ceko
TAGGED:budi daya maggotKabupaten Tegalkkn uin walisongopengurai sampah
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?