Ratusan peserta berbagai kalangan terlihat semangat membawa bendera dalam kegiatan Kirab Kebangsaan Merah Putih menuju Lapangan Simpanglima Kota Semarang, Jumat,(24/1/2020) pagi. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Semangat kebinekaan dan nguri-nguri budaya diperlihatkan ratusan peserta dalam kegiatan Kirab Kebangsaan Merah Putih yang di digelar di Lapangan Simpanglima Kota Semarang, Jumat (24/1/2020) pagi.

Dari pantauan di lokasi, parade dengan star Jalan Depok dan berakhir di Lapangan Simpanglima melibatkan berbagai kalangan masyarakat dan lembaga. Bendera merah putih dengan panjang kurang lebih satu kilo meter ersebut dikibarkan ratusan peserta. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Forkopimda, organisasi pemuda, para santri siswa-siswi hingga tokoh mas dan lainnya.

Sebelumnya, dibarisan pertama dipimpin oleh rombongan terdiri dari Habib Lutfi bin Yahya, Walikota Semarang Hendrari Prihadi,serta rombongan Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng dan diiringi drum band dari TNI.

Para rombongan kemudian disambut oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Simpanglima Semarang dan dilanjutkan dengan Apel Upacara Kebangsaan.

Gubernur Jateng Ganjar dalam kirab bendera Foto: ody

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, ini menunjukkan bahwa kebinekaan bangsa ini dan nguri-nguri kebudayaan. Sehingga bagaimana PR besar semua masyarakat untuk merawat dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bisa menghormati orang lain.

“Kita sampaikan bahwa budaya yang kaya harus dirawat dan kita pelihara. Karena untuk menyatukan Indonesia sebenarnya ada di sana. Soal ibadah, agama maupun ritualnya itu masing-masing boleh melaksanakan, tidak harus sama, berbeda tidak masalah. Caranya berbeda beda,” tegas Ganjar.

Mungkin dalam konteks Islam lakum dinukum waliyadin, Jadi agamu dilaksanakan, agamaku dilaksanakan, tapi konteks budaya tidak. Menurutnya, konteks budaya semua bisa dilaksanakan bersama-sama.

“Dan hari ini seluruh atribut atau budaya yang berbeda beda menunjukkan betapa kayanya Indonesia serta beraneka ragam. Sebenarnya bhineka tunggal ika seperti ini,” tegas Ganjar.

Ia berharap, mudah-mudahan pawai kirab ini mengingatkan semua masyarakat bagaimana merawat tanah air Indonesia sebagai kejayaan bangsa.

Kemeriahan kirab bendera. Foto: ody

“Jangan dirusak. Kita itu berbeda kok, dan berbeda itu sunnatullah. Tugasnya dipersatukan, bahkkan untuk mempersatukannya dengan nilai-nilai budaya dan pancasila,” harapnya.

Sementara, dalam apel kebangsaan kemudian ditutup dengan deklarasi kebangsaan yang langsung dipimpin oleh Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here