Satreskrim Polres Tegal pun berhasil membekuk dua orang pelaku penipuan dengan dalih bisa mempermudah proses penerimaan Polri. Foto: Jatengdaily.com/wing

TEGAL (Jatengdaily.com)– Niat hati mendaftarkan anaknya menjadi anggota Polri, seorang warga di Kabupaten Tegal harus kehilangan uang ratusan juta rupiah. Padahal, penerimaan yang dibuka dipastikan tidak ada pungutan apapun.

Korban tergiur dengan iming-iming oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan bisa mempermudah proses penerimaan anaknya. Tentunya dengan imbalan sejumlah uang.

Satreskrim Polres Tegal pun berhasil membekuk dua orang pelaku penipuan dengan dalih bisa mempermudah proses penerimaan. Dua pelaku yang berhasil diamankan yakni Moh. Mahyudin (43), warga Kota Tegal dan Mohammad Iwan (40), warga Medan Sumatera Utara.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang mengatakan kedua pelaku terpaksa diamankan karena melakukan penipuan. Modusnya, mereka mengenal petinggi Polri, sehingga bisa membantu proses penerimaan anggota.

“Korban hanya diminta menyerahkan sejumlah uang dan pelaku menjanjikan anak korban bisa masuk dengan mudah,” katanya.

Padahal, kata Kapolres, seleksi penerimaan anggota Polri cukup transparan dan tidak dipungut biaya. Atas perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian hingga Rp150 juta.

“Karenanya, kami menghimbau kepada semuanya jika ingin mendaftarkan anaknya menjadi anggota Polri jangan sampai tergiur dengan tawaran yang tidak jelas,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono menyebut pengungkapan kasus itu bermula dari laporan korban yang memgaku telah menyerahkan uang kepada para pelaku. Namun, anaknya gagal mengikuti seleksi pada tahap awal.

“Awalnya pelaku Mahyudin menawarkan kepada korban agar mendaftarkan anaknya mengikuti seleksi calon anggota Polri di Polres Tegal,” katanya.

Kepada korban, kata Gunawan, pelaku mengaku memiliki teman yang bisa membantu dengan syarat menyerahkan uang Rp250 juta. Atas tawaran itu korban tergiur dan selanjutnya menyerahkan uang kepada pelaku sebesar Rp150 juta secara bertahap.

“Untuk meyakinkan korban, Mahyudin mengenalkannya dengan pelaku Iwan yang juga mengaku mengenal seorang pejabat Polri,” tandasnya.

Setelah menyerahkan uang, kata Gunawan, anak korban kemudian mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Namun, dirinya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Saat dikonfirmasi kepada pelaku, Mahyudin justru meminta uang kembali sebesar Rp50 juta dengan dalih untuk mendapatkan nomor test.

“Karena merasa ditipu korban selanjutnya melaporkan kepada kami. Kemudian kita amankan pelaku Mahyudin dan selanjutnya Iwan,” tandasnya.

Gunawan menambahkan dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya kuitansi pembayaran dan Hp. Pelaku selanjutnya dijerat dengan pasal 378 dengan ancaman 4 tahun penjara atau pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Wing-she . 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here