By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pelatihan Menjahit Gratis untuk Warga Putus Sekolah di Demak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pelatihan Menjahit Gratis untuk Warga Putus Sekolah di Demak

Last updated: 8 September 2020 17:01 17:01
Jatengdaily.com
Published: 8 September 2020 17:01
Share
Bupati HM Natsir saat meninjau pelatihan menjahit garmen di PKBM Surya Alam, yang tak hanya gratis namun sekaligus menfasilitasi penempatan kerja bagi pesertanya yang telah lulus. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Alam Demak menggelar pelatihan menjahit gratis bagi warga, khususnya mereka yang putus sekolah. Dalam pelatihan yang dibiayai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, peserta mendapat pelatihan menjahit garmen dari para instruktur profesional dan praktisi kewirausahaan, sehingga memiliki ketrampilan menjahit sesuai kebutuhan industri, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja.

Di sela pembukaan dan monitoring Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Keterampilan Menjahit Garmen. Pusat Keguatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Alam, Bupati HM Natsir menyampaikan, sekolah nonfomal menjanjikan kalau ditekuni. Sudah banyak alumni yang bekerja di mana mana. Sebab selesai pelatihan masyarakat mendapat kesempatan untuk bekerja. Bahkan kalau bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Gak usah minder karo sarjana. Sebab para lulusan lembaga pendidikan non-formal iku sarjana terapan. Gak usah gowo titel tapi sak’e kandel. (Tidak usah minder dengan sarjana. Sebab para lulusan lembaga pendidikan non-formal adalah sarjana terapan. Tanpa titel, tapi isi kantongnya tebal),” kata bupati, Selasa (8/9/2020).

Seperti lembaga pendidikan nonformal PKBM Surya Alam di Desa Batu Kecamatan Karangtengah ini. Banyak program khusus yang bisa diikuti. Di antaranya keterampilan elektronik, komputer, jahit modis dan garmen, di samping paket kesetaraan A, B, C dan buta aksara.

Bagusnya lembaga pendidikan nonformal, bisa memfasilitasi bermacam-macam program keterampilan. Bahkan bisa digunakan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. “Selain itu bisa disambi, karena waktu dan ruang belajarnya,” imbuh Bupati Natsir.

Pada saat sama Pengelola PKBM Surya Alam Naili Shofiyati menjelaskan, sejak didirikan pada 2006 telah meluluskan ribuan peserta didik. Mereka tak hanya memiliki ijasah kesetaraan namun juga berketerampilan (lifeskill).

Khususnya program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Keterampilan Menjahit Garmen baru ada lima tahun terakhir. “Alhamdulillaah kami mendapatkan kepercayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakannya. Kabar baiknya masyarakat cukup antusias mengikutinya,” ujarnya.

Sebab peserta program PKK menjahit garmen berkompeten siap penempatan kerja. Satu angkatan 85 peserta, tentunya setelah lolos seleksi sehubungan banyaknya peminat. Paket pelatihan 200 jam, dikemas dalam 40 hari atau lima jam sehari.

Fasilitas yang didapatkan peserta antara lain ATK, bahan praktek, uang transport, dan sertifikat sekaligus penempatan kerja. Sebab PKBM Surya Alam juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan garment.

Sementara fasilitas yang disediakan PKBM Surya Alam antara lain peralatan menjahit, instruktur profesional di samping praktiisi kewirausahaan, serta tempat pelatihan yang nyaman. Terlebih di masa pandemi COVID-19, penerapan protokol kesehatan sangat ketat.

“Mulai dari menyediakan masker, tempat cuci tangan dengan sabun, faceshielh, thermo gun, hingga mengatur tempat jahit dengan jarak aman untuk memutus mata rantai penyebaran corona,” pungkasnya. rie-yds

You Might Also Like

Tak Lagi Tabu, KB Pria Meledak di Semarang, Risiko Stunting Terpangkas
Mudik Balik via Kapal dari Semarang Diberangkatkan Tiga Kali
Peringati Hari Kartini, Perempuan Bangsa Berbagi Satu Juta Takjil dan Sembako
Belajar BTQ Harus Ada Gurunya
Goes To SMKN 1 Semarang, PSIS Berbagi Pengalaman
TAGGED:pelatihan menjahitpkbm demakpkbm surya alam
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?