Sejumlah warga sedang memeriksakan diri di RSUD Tugurejo Semarang. Foto: humasprov

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Anda sedang merasa demam? Flu, batuk atau sesak napas? Apalagi Anda pernah bepergian ke wilayah yang terjangkit dalam 14 hari terakhir. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit milik Pemprov Jateng. Mungkin saja itu gejala awal penyakit yang disebabkan oleh virus Corona (Covid-19). Soal biaya, jangan khawatir, dijamin gratis.

Seperti yang dilakukan sejumlah orang dengan memeriksakan diri ke RSUD Tugurejo Semarang, Kamis (19/3/2020). Di RSUD Tugurejo saat itu juga banyak warga yang mengantre di Posko Kesehatan Covid.

Selain RSUD Tugurejo ada Rumah Sakit Lain di Jateng. Adapun, tujuh rumah sakit yang menyediakan fasilitas periksa Covid-19 gratis adalah,
RSUD Dr Moewardi Surakarta,
RSDU Kelet Jepara,
RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang,
RSJD Sudjarwadi Klaten,
RSJD Surakarta,
RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, dan
RSUD Tugurejo Semarang.

Sementara itu, total ada 58 rumah sakit di seluruh Jawa Tengah, yang siaga untuk merawat pasien terduga atau positif Covid-19. Pemprov juga menyediakan hotline Covid-19 di (024) 3580713 dan 082313600560. Adapula laman khusus yang memutakhirkan sebaran dan segala informasi tentang Corona Virus Disease yang beralamat di corona.jatengprov.go.id.

Wakil Direktur RSUD Tugurejo Semarang Prihatin Iman Nugroho menyebut, sejak dibuka, Poskes Covid-19 banyak diserbu warga yang ingin memeriksakan diri. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit flu, namun adapula yang tak bergejala mendatangi fasilitas kesehatan tersebut.

“Poskes Covid 19 ini kami dirikan sesuai perintah dari Pak Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah. Sejak dibuka pada Rabu (18/3/2020) banyak yang memeriksa diri secara sukarela. Kemarin ada 73 orang, hari ini kami belum tahu berapa, namun kemungkinan lebih banyak,” jelasnya.

Dikatakan, untuk dapat mengakses layanan Poskes Covid-19, syaratnya mudah. Cukup membawa kartu identitas berupa KTP atau tanda pengenal lain. Setelah mendaftar, petugas medis akan melakukan assessment awal, berupa pemeriksan suhu tubuh dan tekanan darah.

“Nah setelahnya ada sesi edukasi. Di sana dijelaskan tanda seseorang terkena Covid-19 atau flu biasa. Kemudian ada tahap pemeriksaan kembali sesuai assessment awal. Lalu ditentukan apakah dia perlu dirawat atau tidak. Datang saja mulai pukul 09.00 sampai 12.00,” urainya.

Ketika warga dicurigai memiliki risiko, baik dari segi kesehatan maupun riwayat perjalanan, maka akan dimasukan ke kategori lanjut. Menurut Prihatin, ada tiga kategori setelah warga melakukan assessment, yakni menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau tidak termasuk keduanya.

Jika orang tersebut termasuk kategori ODP, orang tersebut akan diberi pengarahan untuk melakukan isolasi diri di rumah. Akan tetapi jika dimasukkan dalam kategori PDP dengan perberatan penyakit, orang tersebut akan dirawat pada instalasi isolasi.

“Nah jika tak termasuk keduanya (ODP dan PDP) kami berikan edukasi agar menjalani hidup sehat,” imbuhnya.

Ditambahkan, RSUD Tugurejo kini memiliki empat ruang isolasi khusus pengidap Covid-19. Di ruangan tersebut, disiagakan dokter spesialis penyakit dalam, paru dan dokter lain yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Setiap yang bertugas, diharuskan memakai alat pelindung diri (APD) yang sudah tersedia. Di antaranya, apron, sarung tangan, kacamata, hingga sepatu boot.

“Di Tugurejo, belum ada kasus positif Covid-19. Hanya ada beberapa pasien PDP. Untuk APD, saat ini terbatas namun masih mencukupi,” pungkas Prihatin. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here