By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemerintah Didorong Jadikan Bawang Putih Komoditas Prioritas
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemerintah Didorong Jadikan Bawang Putih Komoditas Prioritas

Last updated: 10 Februari 2020 17:52 17:52
Jatengdaily.com
Published: 10 Februari 2020 17:52
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pemerintah pusat menjadikan bawang putih sebagi komoditas prioritas. Sehingga ketika China dilanda gejolak seperti saat ini, pasokan bawang putih di Tanah Air tidak terganggu.

Saat ini pasokan bawang putih di Tanah Air sangat turun drastis dan harganya melambung akibat pembatasan impor produk China sebagai imbas mewabahnya virus Corona. Ganjar mengatakan momentum ini mesti dimanfaatkan untuk menggenjot pertanian bawang putih Tanah Air.

“Ini momentum buat pertanian kita khususnya bawang. Dengan Corona dan orang bertanya-tanya di mana sumber bawang putih. Ini harus kita manfaatkan, musibah ini harus kita cari barokahnya. Barokahnya apa, kita mesti berdikari. Kalau sudah begitu bisa kita kejar itu (peningkatan produksi bawang putih). Tinggal nyarikan bibit yang banyak, lahan dan disiapkan offtacker yang baik,” kata Ganjar, Senin (10/2/2020).

Jawa Tengah saat ini memiliki 2.573 hektare lahan pertanian bawang putih dengan kemampuan produksi 195.472 kg. Menurut Ganjar, luasan itu tersebar hampir di seluruh wilayah pegunungan di Jawa Tengah, dari Tawangmangu, Sindoro, Sumbing, hingga Tegal.

“Itu sebenarnya bagian untuk mendorong kekurangan ini. Cuman ngejar waktu tidak bisa. Maka harus ada crash program (percepatan) untuk meningkatkan produksi ini,” katanya.

Sementara untuk pembibitan, Ganjar mengatakan beberapa pihak telah membantu untuk meningkatkan pertanian bawang putih di Jawa Tengah, salah satunya Bank Indonesia. Namun jika tidak ada crash program untuk menghadapi kelangkaan ini, Ganjar khawatir upaya penyebaran bantuan bibit itu gagal. Padahal sampai saat ini 95 persen pasokan bawang putih di Jawa Tengah bergantung impor dari China.

“Kalau ini barangnya tidak cepat masuk, bibitnya nanti dijual dan dikonsumsi. Nah ini akan semakin memperpanjang (masalah) lagi,” katanya.

Untuk mengatasi kelangkaan dan melonjaknya harga yang mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram, Ganjar berharap pemerintah pusat segera membuka kran impor bawang putih. Kalau pun tidak dari China, alternatif lain bisa dikirim dari India meskipun secara kualitas masih di bawah bawang putih China.

“Kemarin kami sudah koordinasi, saya sudah telpon Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian. Mudah-mudahan dari pusat bisa lebih cepat untuk melakukan impor karena kita kurang. Karena kurang maka harus dipercepat impor untuk stabilisasi harga agar inflasi bisa ditekan,” katanya. st

You Might Also Like

SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi Luncurkan Thermo Angkasa
ASN di Jateng Diminta Jaga Netralitas dan Pahami Pelanggaran Pemilu
Tim Pengabdi Unnes Gelar Workshop Pemberdayaan Gugus Drupadi pada Program Parenting Era Digital di SD Negeri Kota Semarang
Siswa Bimbel dari Jepara Kunjungi Unissula
Gunoto-Agung Pimpin Satupena Jawa Tengah
TAGGED:genjot petani bawang putihharus jadi prioritaskomoditi bawang putih
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?