By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemerintah Siapkan Pola Manasik Haji dengan Adaptasi Kebiasaan Baru
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemerintah Siapkan Pola Manasik Haji dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Last updated: 25 September 2020 18:31 18:31
Jatengdaily.com
Published: 25 September 2020 18:31
Share
Ilustrasi jemaah haji Indonesia di Madinah Al Munawarah. Foto: kemenag
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) tengah menyiapkan pola baru manasik haji. Hal ini dilakukan agar pembinaan haji dapat tetap berjalan optimal dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru. 

“Seperti kita ketahui, pandemi covid-19 ini belum tahu kapan akan berkahir. Dalam kondisi seperti ini, Kemenag berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji,” ungkap Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Kemenag Arsyad Hidayat, dalam rilis yang diambil dari laman remis Kemenag, Jumat (25/9/2020).

Arsyad menuturkan, adaptasi kebiasaan baru dari program manasik haji ini akan dilakukan dengan pola Pembelajaran Jarak Jauh  (PJJ). Arsyad yang hadir sebagai narasumber dalam program Inovasi Layanan Transformasi Digital Komunikasi Informasi dan Edukasi Haji ini menyebutkan ada tiga model PJJ yang disiapkan Kemenag. 

“Ada tiga model yang disiapkan, yaitu PJJ secara offline, PJJ online, serta kombinasi keduanya,” tutur Arsyad. 

Pada pola pertama, yaitu PJJ secara offline atau luring (luar jaringan), dimana pemberian manasik haji tidak menggunakan jaringan internet melainkan akan melibatkan media Lembaga Penyiaran Publik (LPP). 

“Pembelajaran manasik haji dalam model ini akan dilakukan melalui media televisi atau pun radio. Misalnya, nanti melalui RRI atau TVRI yang merupakan lembaga penyiaran publik,”imbuhnya. 

Sebelumnya, para calon jemaah haji akan diberikan semacam modul yang berisi materi manasik haji untuk dipelajari di rumah. Kemudian, mereka diminta mengikuti siaran pembelajaran manasik melalui radio atau televisi untuk mengisi pertanyaan yang terdapat dalam modul tersebut. 

“Kemudian pada hari yang yang ditentukan, hasil pekerjaan rumah jemaah akan diperiksa oleh pembimbing manasik,” kata Arsyad. 

Untuk melakukan pola manasik ini, Arsyad menuturkan, Kanwil maupun Kankemenag Kota perlu melakukan kerjasama dengan pihak  LPP lokal sehingga memudahkan koordinasi pelaksanaan manasik di tingkat daerah. 

Pola manasik kedua yang disiapkan, yakni PJJ secara online atau daring (dalam jaringan). Dalam pola ini mengandalkan komunikasi dan interaksi bimbingan manasik dengan menggunakan teknologi berbasis internet. “Model manasik ini telah dilakukan dengan menyampaikan materi melalui platform media sosial. Mulai dari Youtube, Twitter, WhatsApp, Telegram, Instagram hingga Zoom,” papar Arsyad. 

Asyad menyampaikan, saat ini juga telah berlangsung berbagai Kulwap (Kuliah WhatsApp) tentang manasik haji. “Metode kulwap ini banyak digunakan paska pandemi covid-19, sebagai metode belajar yang dianggap mudah diterapkan  dan hemat, karena tidak memerlukan paket data yang besar,” kata Arsyad. 

Ketiga, Kemenag juga akan menerapkan PJJ kombinasi (blended learning). “Dalam pembelajaran ini akan mengintegrasikan pembelajaran tatap muka/offline dan yang menggunakan sumber belajar online,” terang Arsyad. 

Dalam setiap pola yang diterapkan, Arsyad berharap para pembimbing manasik menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Siapkan segala aspek pendukung dan selalu lakukan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya. Dan perlu diingat, setiap manasik yang dilakukan tetap harus memperhatikan kondisi daerah setempat dan menerapkan protokol kesehatan,” pesan Arsyad. 

“Jangan pernah berhenti berinovasi. Karena inovasi dapat memberikan manfaat, memotivasi, dan menginspirasi,” tandasnya. she

You Might Also Like

Ritel dari Luar Tidak Boleh Jual Produk Langsung ke Konsumen via Online
Gubernur Jateng Turun Tangan Kalau Ada Tindakan Premanisme di Masa Lebaran, Masyarakat Diminta Melapor
Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dengan Uni Eropa di Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan
Mahasiswa Unissula Ikuti Seminar Penguatan Karakter Yang Digelar  LLDIKTI Wilayah 6
Juara F1 PowerBoat 2023, Bartek Marszalek Senang Momen Spesial Terjadi di Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?