By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemimpin Dekat Kiai, Masyarakat Jateng Kian Tenteram
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemimpin Dekat Kiai, Masyarakat Jateng Kian Tenteram

Last updated: 27 Januari 2020 18:25 18:25
Jatengdaily.com
Published: 27 Januari 2020 18:25
Share
Taj Yasin Maimoen
SHARE

GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Pemimpin di Jawa Tengah dekat dengan ulama dan kiai sehingga terhindar dari pemimpin yang zalim. Selain itu, kedekatan alama dan umaro di Jateng maka kebijakan-kebijakan pemerintah semakin berpihak terhadap keagamaan, serta masyarakat tenteram dan sejahtera.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat memberikan sambutan Haul KH Abdul Wahid Zuhdi ke-12 di Pondok Pesantren Al Fadllul Wahid, Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Grobogan, Minggu (26/1/2020) malam.

“Kalau umaro sudah nyedak kiai maka akan didoakan seperti pada acara haul sekarang ini. Saya otomatis didoakan sehingga di Jateng tidak ada pemimpin yang zalim. Bahkan berkat pemimpin dekat dengan kIai, kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintahan semakin berpihak kepada pondok pesantren dan dunia keagamaan,” beber Taj Yasin.

Termasuk kebijakan pemberian insentif kepada ustad dan ustadzah di seluruh Jateng. Program yang digulirkan pada 2019 ini merupakan kerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Jateng. Tahun 2019 telah dikucurkan anggaran sebesar Rp205 miliar untuk sebanyak 171 ribu ustad dan ustadzah. Untuk jumlah penerima tahun 2020 meningkat menjadi kurang lebih 211 ribu ustad dan ustadzah.

“Kebijakan lainnya adalah bagi santri atau pelajar yang hafal Alquran 30 juz dan sudah diwisuda akan mendapatkan hadiah dari Pemprov Jateng. Seperti tadi di daerah Gubug Kabupaten Grobogan, ada 9 anak penghafal Alquran yang diberi hadiah masing-masing Rp1 juta dari pemprov,” terangnya.

Selain kedekatan umaro dengan ulama, hampir setiap pengajian yang digelar di berbagai daerah di Jateng selalu ramai pengunjung, sehingga mendatangkan keberkahan bagi pemerintah dan masyarakat. Karena dalam pengajian yang disampaikan tentang agama, kebaikan, dan akherat sehingga memberikan ketentraman dan kenyamanan bagi umat.

“Setiap hari kami ada pengajian atau minimal sehari 2 kali. Insyaallah di Jawa Tengah didorong dengan baik, terutama menyangkut keagamaan pemerintah sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujarnya.st

You Might Also Like

Kunjungi Unissula, Alumni Gontor Ingin Majukan Islam Bersama
KPU Jateng Sebut Pilkada 2024 di Jateng Berjalan Kondusif
Kunjungi Ponpes Gedongan, Ganjar Dihadiahi Tongkat dan Tasbih Istimewa dari Kiai Hayyi
BorMar 2020, Digelar di Taman Lumbini Dipastikan Tanpa Penonton
Tuntutan Jaksa Rendah, Korban Kekerasan di PIP Semarang Berharap Hakim Pertimbangkan Vonis Maksimal demi Keadilan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?