Peneliti Tidak Boleh Mengarang

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula mengadakan workshop metodologi penelitian yang dilakukan melalui Zoom, baru-baru ini.

Prof Dr Suharsimi Arikunto yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan bahwa penelitian harus dibuat dengan metodologi dan sistematika yang benar sehingga bisa memberi gambaran dan kesimpulan yang valid terhadap sebuah penelitian. “Ga boleh ngarang”, ujar Suharsimi Arikunto.

Selama ini ia mencermati bahwa tidak sedikit para mahasiswa yang membuat skripsi, tesis, maupun disertasi masih banyak yang gagal paham terhadap metodologi dan sistematika penelitian yang dibuatnya sendiri. Sehingga sangat disayangkan penelitian yang sudah berjalan lama tersebut tidak bisa menghasilkan karya berkualitas.

Oleh karena itu ia menyarankan semua peneliti khususnya kaum akademisi untuk menguasai metode penelitian dan mampu mengaplikasikannya secara terukur dalam penelitian. Ia mencontohkan bahwa tujuan penelitian harus sinkron dengan rumusan masalahnya.

 “Banyak yang melakukan kesalahan mendasar dalam penelitian seperti misalnya tidak dapat mengidentifikasi objek penelitiannya secara benar, contoh lainnya antara tujuan penelitian dan rumusan masalahnya tidak sinkron”, jelas Suharsimi.

Lebih lanjut ia meminta para mahasiswa banyak membaca literatur ilmiah agar penelitian yang dibuatnya menjadi berkualitas, minimal lima untuk tingkat sarjana, 12 untuk tingkat magister, dan 25 untuk program doktoral. Selain Suharsimi narasumber lain yang tampil dalam worshop tersebut adalah Drs Ali Bowo Tjahjono MPd. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here