SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, kini mulai memberlakukan aturan tegas. Semua penumpang atau penggunaan layanan publik dibawah naungan Pemkot Semarang, pekan ini sudah wajib menggunakan masker untuk mengantisipasi wabah virus Corona.
Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setiawan, mengatakan aturan tersebut sudah disosialisasikan dua pekan terakhir ini. Tujuannya adalah untuk menekan penularan dan pencegahan Covid-19. “BLU Trans Semarang kini sudah melakukan sosialisasi, sejak dua pekan lalu semua pengguna Trans Semarang wajib memakai masker,” katanya, Selasa (21/4/2020).
Dikatakan Hendrix, kebijakan ini dilakukan disejumlah halte keberangkatan maupun transit. Selain masker penggunaan Trans Semarang juga wajib melewati pengecekan suhu tubuh melalui thermal gun. “Suhu tubuh diatas 38 derajat tidak diperbolehkan naik armada dan disarankan untuk pulang ke rumah,” tegasnya.
Sebanyak sembilan titik keberangkatan dan lima halte transit, kata Hendrix dilengkapi dengan thermal gun. Untuk titik keberangkatan, yakni di Mangkang, Penggaron, Sisemut, Terboyo, Pelabuhan Tanjung Emas,Tawang, Cangkiran, Meteseh dan halte Terang Bangsa. Lalu, untuk halte transit di Balaikota, Imam Bonjol, Simpang Lima, Elisabeth dan Kagok serta halte Kariadi 1 dan 2, petugasnya juga dilengkapi thermal gun untuk mengecek suhu tubuh calon penumpang.
Menurut Hendrix, pihak Trans Semarang, juga menerapkan kebijakan physical distancing. Jarak pengguna di shalter maupun bus minimal satu meter. Hendrix meminta pengguna jasa mematuhi kebijakan tersebut demi memutus rantai penyebaran Covid-19. “Kami imbau masyarakat ikuti tiga protokol kesehatan ini jika tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan naik, bus Trans Semarang,” ucapnya.
Trans Semarang telah melakukan pencegahan penyebaran Covid 19, antara lain penyemprotan disinfektan di armada dan di bus setiap hari, pemasangan hand sanitizer di sejumlah halte serta menyiapkan tempat mencuci tangan di halte Balaikota Jalan Pemuda. Hingga kebijakan membagi layanan menjadi dua shift yakni pagi dan sore. Ugl–st


