By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Petani Tambak Kelabakan Atasi Limbah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petani Tambak Kelabakan Atasi Limbah

Jatengdaily.com
Published: 17 Februari 2020 15:01
Share
Abu Hafsin Almuktafa
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Pemerintah diminta serius membantau para petani tambak dalam mengatasi persoalan limbah. Sejauh ini, limbah menjadi ancaman keberlangsungan usaha tambak. yang banyak dijalankan masyarakat kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Abu Hafsin Al Muktafa mengatakan, limbah menjadi tantangan terbesar bagi para petani tambak. “Karena limbah ini berpengaruh pada kualitas air tambak. Sehingga bibit udang ataupun ikan, sangat rentan mati. Dan potensi gagal panen sangat besar,” ujarnya, Senin (17/2).

Pria yang akrab disapa Gus Tafa ini menyatakan, kualitas air yang baik menjadi syarat utama para petani tambak dalam menumbuhkembangkan ikan atau udang yang menjadi usaha mereka.

“Saya banyak mendapat keluhan masyarakat di Kaliwungu Kendal soal limbah ini. Mereka mayoritas mengeluhkan susahnya mengembangkan sektor pertanian tambak akibat limbah. Apalagi di satu sisi, masih banyak masyarakat setempat yang asal buang sampah ke sungai. Dimana sungai itu nanti juga akan menuju area tambak,” bebernya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jateng ini menambahkan, jika petani tambak merugi, dipastikan mereka akan alih profesi ke sektor lain. Hal ini juga akan berpengaruh pada volume produksi ikan budidaya.

“Saat ini sudah banyak yang mulai alih profesi. Karena sebagaian besar sudah tidak sanggup lagi membiayai lahan garapannya akibat gagal panen,” kata Legislator dari dapil XIII Jateng ini.

Melihat kompleksnya masalah ini, lanjut Gus Tafa, perlu peranan semua pihak, dalam hal ini pemerintah, dan seluruh elemen terkait, serta masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan dan meminimalisir limbah.

“Misalnya Dinas Pertanian atau Perikanan memiliki program pendampingan secara intensif kepada petani tambak untuk peningkatan hasil panen. Instansi lain juga gencar memberikan sosialisai kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga ada solusi komprehensif,” tandasnya. st

You Might Also Like

Ganjar Pilih Upacara Hari Pahlawan di Purworejo
Pembunuhan Wanita dan Dibakar di Mobil Bermotif Masalah Bisnis Ayam
Setiawan HK Gantikan Sutarto Isi Kekosongan Kursi KIP Jateng
Dorong Pemerataan Akses Internet di Seluruh Indonesia, Telkomsat Peroleh Hak Labuh Starlink dari Kominfo
Askot PSSI Semarang Siapkan Tiga Agenda Kerja
TAGGED:Abu Hafsin Al Muktafaatasi limbahFKB DPRD Jatengpetani tambak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?